PERSAMAAN ALLOMETRIK JABON (Neolamarckia cadamba Miq) UNTUK PENDUGAAN BIOMASSA DI ATAS TANAH PADA HUTAN RAKYAT KECAMATAN PAKENJENG KABUPATEN GARUT
Abstrak: Penelitian bertujuan
untuk membuat persamaan allometrik jenis jabon (Neolamarckia cadamba Miq) untuk
mengestimasi biomassadi atas tanah pada tegakan jabon. Sampel 23 pohon jabon
dengan kisaran diameter 10,5–30,2 cm diambil dari hutan rakyat. Masing-masing
pohon sampel diukur guna menentukan biomassa di atas tanah berdasarkan fraksi
pohon (batang, cabang, daun). Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan
regresi linier yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma. Variabel bebas
adalah dbh (diameter at breast height, cm) dan variable tidak bebas adalah
biomassa pohon (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter setinggi dada
dapat digunakan sebagai variabel tunggal dalam penyusunan model pendugaan
biomassa jabon. Persamaan alometrik pendugaan biomassa di atas tanah untuk
jenis jabon bagian batang, cabang, ranting, daun dan total adalah
beruturut-turut Y = 0,010 (D)2,999 , Y = 0,001 (D) 3,082, Y = 0,011 (D) 2,135,
dan Y = 0,014 (D) 2,958.
Kata Kunci: Allometrik;
biomassa; jabon
Penulis: Mohamad Siarudin,
Yonky Indrajaya
Kode Jurnal: jpkehutanandd140203

Artikel Terkait :
Jp Kehutanan dd 2014
- PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUREN (Toona sureni Merr) DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN KONSERVASI EX- SITU
- POLA DAN NILAI LOKAL ETNIS DALAM PEMANFAATAN SATWA PADA ORANG RIMBA BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI
- INDIKATOR DAN PARAMETER KRITERIA LAHAN UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA SUB-DAS
- SELEKSI HABITAT LUTUNG JAWA (Trachypithecus auratus E. Geoffroy SaintHilaire, 1812) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI
- ZONASI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI BERDASARKAN SENSITIVITAS KAWASAN DAN AKTIVITAS MASYARAKAT
- POLA SEBARAN DAN ASOSIASI BAYUR (Pterospermum javanicum Jungh.) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI
- PENGELOLAAN DAN KONSERVASI JENIS ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) DI INDONESIA
- KESESUAIAN JENIS POHON PADA LAHAN KRITIS DI SUB DAS LESTI, JAWA TIMUR
- FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PANEN MADU HUTAN DI TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM PADA MUSIM PANEN TAHUN 2009-2012
- PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PENANGKARAN RUSA SAMBAR (Cervus unicolor Kerr, 1792) DI KHDTK SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR
- KOMUNITAS HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb) PADA AREAL TERISOLASI DI KUALA SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR
- KERAGAMAN GENETIK DAN DISTRIBUSI HAPLOGROUP TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822)
- TRADISI PELESTARIAN HUTAN MASYARAKAT ADAT TAU TAA VANA DI TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH
- KARAKTERISTIK VEGETASI HABITAT BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832) DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI, JAWA TIMUR
- NILAI FINANSIAL PENANGKARAN RUSA TIMOR DI HUTAN PENELITIAN DRAMAGA, BOGOR
- KANDUNGAN BIOMASSA ATAS PERMUKAAN PADA HUTAN RAWA GAMBUT DI KABUPATEN ROKAN HILIR, PROVINSI RIAU
- PERBEDAAN SIMPANAN KARBON ORGANIK PADA HUTAN TANAMAN Acacia Mangium Wild DAN HUTAN SEKUNDER MUDA
- KERAGAMAN GENETIK DAN SITUS POLIMORFIK TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) DI PENANGKARAN
- KARAKTERISTIK PETANI DAN PRAKTEK SILVIKULTUR AGROFORESTRI KAYU BAWANG (Azadirachta excelsa (jack) M. Jacobs) DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH
- PERBANDINGAN HIBRID ULAT SUTERA (Bombyx mori L.) ASAL CINA DENGAN HIBRID LOKAL DI SULAWESI SELATAN
- UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN DAN BIJI DARI TANAMAN SUREN, MIMBA DAN SIRSAK TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GAHARU
- EVALUASI AWAL KOMBINASI UJI SPESIES-PROVENAN JENIS-JENIS SHOREA PENGHASIL TENGKAWANG DI GUNUNG DAHU, BOGOR, JAWA BARAT
- EFEKTIVITAS JENIS DAN DOSIS FUNGISIDA SERTA PEMANGKASAN DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PENYAKIT KARAT TUMOR
- CURAHAN WAKTU KERJA SEBAGAI INDIKATOR KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT ”WANAFARMA ” DI KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP
- VARIASI MUTU FISIOLOGIS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT SENGON DARI BEBERAPA PROVENAN ASAL PAPUA