Uji Tempel Logam Nikel, Kromium, dan Kobalt pada Pasien Dermatitis Atopik
ABSTRAK: Dermatitis atopik
(DA) adalah suatu keradangan kulit yang ditandai dengan gatal akibat
hipereaktivitas kulit yang dicetuskan oleh interaksi antara genetik individu
dengan rangsangan alergen lingkungan. Kekambuhan pada DA sering terjadi dan
menimbulkan masalah. Sebagian besar pasien DA mempunyai nilai immunoglobulin E
(IgE) total yang tinggi serta IgE spesifik terhadap alergen lingkungan dan
makanan yang positif, namun pada sebagian kasus yang sering mengalami
kekambuhan didapatkan nilai IgE yang normal, maka diduga kemungkinan adanya
faktor lain yang dapat mencetuskan kekambuhan DA. Data dari sejumlah penelitian
menunjukkan frekuensi hasil positif yang tinggi terhadap logam pada pemeriksaan
uji tempel serta adanya perbaikan pada DA dengan eliminasi logam dan diet
rendah logam, sehingga dipertimbangkan logam sebagai pemicu kekambuhan DA.
Nikel, kromium, dan kobalt merupakan logam utama yang sering memberikan hasil
positif uji tempel pada pasien DA intrinsik. Tujuan: Mengevaluasi hasil uji
tempel logam nikel, kromium, dan kobalt pada pasien DA di Unit Rawat Jalan
(URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif observasional potong lintang, dengan
melakukan uji tempel terhadap nikel, kromium, dan kobalt pada 23 pasien DA yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji tempel terhadap logam nickel
sulphate memberikan hasil positif sebesar 17,39%, potassium dichromate sebesar
8,7% dan cobalt chloride sebesar 4,35%. Empat orang (17,39%) yang menunjukkan
hasil uji tempel positif, 3 orang (13,04%) menunjukkan nilai serum IgE total
yang normal dan 1 orang (4,35%) menunjukkan adanya peningkatan nilai serum IgE total.
Simpulan: Pemeriksaan uji tempel terhadap logam dapat dipertimbangkan pada
pasien DA dengan nilai IgE normal.
Kata kunci: uji tempel, logam,
dermatitis atopic
Penulis: Yuri Widia, Evy
Ervianti, Marsudi Hutomo
Kode Jurnal: jpkedokterandd170515