Profil Infeksi Jamur dan Bakteri pada Dermatosis Eritroskuamosa Inguinal

ABSTRAK: Dermatosis eritroskuamosa adalah penyakit kulit dengan efloresensi perubahan kulit berwarna merah disertai adanya skuama. Biasanya pasien diterapi dengan obat antijamur dan antibakteri, namun data yang mendukung anjuran ini belum ada. Tujuan: Memberi gambaran hasil pemeriksaan bakteri dan jamur pada dermatosis eritroskuamosa area inguinal. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara secara potong lintang (Cross-sectional) dengan jumlah sampel adalah sampel total dari bulan Mei – Agustus 2016 di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit (URJ) dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2016. Hasil: Profil infeksi jamur adalah tinea kruris (57,14%) dan kandidiasis intertriginosa (9,52%). Infeksi jamur sebagai pencetus adalah dermatitis seboroik (14,29%) dan eritema intertrigo (14,29%), dan profil infeksi bakteri adalah eritrasma (4,76%). Hasil kultur jamur didapatkan Trichophyton mentagrophytes (52,38%), C. parapsilosis (9,52%), S. ciferii (4,76%), C. albicans (4,76%), T. inkin (4,76%), Malaszesia spp (9,52%), dan kultur tidak tumbuh (14,28%). Hasil kultur bakteri, gram positif didapatkan Staphylococcus aureus 38,10%, S. epidermidis 9,52%, S.lentus, S. haemolyticus, S. hominis masing-masing 4,76%. Bakteri gram positif lebih dari satu spesies, yaitu S. aureus-S.haemolyticus dan S. lentus-Enterococcus faecalis masing-masing 4,76%. Bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, yaitu S. aureus-A. baumanii, S. aureus-S. haemolyticus-Acinetobacter baumanii masing-masing 4,76%. Bakteri gram negatif, yaitu A. baumanii dan Klebsiella pneumoniae masing-masing 4,76% dan kontaminan 9,52%. Simpulan: Profil infeksi jamur dan bakteri pada dermatosis eritroskuamosa inguinal, sebagian besar adalah tinea kruris. Hasil kultur jamur sebagian besar adalah T. mentagrophytes. Hasil kultur bakteri sebagian besar adalah gram positif yang terdiri dari S. aureus, S. epidermidis, S. lentus, S. haemolyticus, S. hominis, E. faecalis.
Kata kunci: infeksi, dermatosis eritroskuamosa inguinal, jamur, bakteri
Penulis: Irma Tarida Listiyawati, Sunarso Suyoso, Rahmadewi
Kode Jurnal: jpkedokterandd170510

Artikel Terkait :