Profil Kadar Interferon Gamma Induced Protein 10 Serum pada Pasien Kusta Borderline dengan dan tanpa Reaksi Kusta Tipe 1
ABSTRAK: Reaksi kusta adalah
suatu episode akut pada perjalanan klinis penyakit kusta, ditandai adanya
reaksi inflamasi akut yang dapat disertai dengan gejala sistemik. Pasien kusta
spektrum borderline paling sering menderita reaksi kusta tipe 1. Reaksi kusta
tipe 1 dapat menyebabkan kerusakan saraf tepi karena terjadi neuritis sehingga
dapat menyebabkan kecacatan. Interferon-γ induced protein 10 (IP10) merupakan kemokin
yang memiliki efek kemotaksis pada berbagai sel sistem imun seperti makrofag,
sel dendritik, sel Natural Killer (NK), dan sel limfosit T yang teraktivasi. Beberapa
penelitian pada pasien dengan reaksi kusta didapatkan peningkatan kadar IP10
pada saat terjadi reaksi kusta tipe 1. Tujuan: Mengevaluasi profil kadar IP10
serum pada pasien kusta tipe borderline dengan dan tanpa reaksi kusta tipe 1. Metode:
Penelitian deskriptif potong lintang, dengan subjek 34 pasien kusta tipe
borderline yang terdiri dari 17 pasien dengan reaksi kusta tipe 1 dan 17 pasien
tanpa reaksi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Rerata kadar
IP10 serum pada kelompok pasien kusta tipe borderline dengan reaksi kusta tipe
1 adalah 594,123 ± 327,628 pg/mL, sedangkan pada kelompok pasien kusta tipe
borderline tanpa reaksi kusta sebesar 331,648 ± 101,819 pg/mL. Simpulan: Rerata
kadar IP10 serum pada pasien kusta tipe borderline dengan reaksi kusta tipe 1
lebih tinggi daripada pasien kusta tipe borderline tanpa reaksi kusta, walaupun
faktor perancu yang dapat memengaruhi hasil kadar IP10 serum pada pasien kusta
tipe borderline dengan reaksi kusta tipe 1 belum dapat disingkirkan. Dibutuhkan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui peran IP10 pada reaksi kusta tipe 1.
Kata kunci: kusta borderline,
reaksi kusta tipe 1, IP10
Penulis: Agustina Tri
Pujiastuti, Indropo Agusni, Rahmadewi
Kode Jurnal: jpkedokterandd170511