Perbandingan Kolonisasi Malassezia pada Pasien Dermatitis Atopik dan Kontrol
ABSTRAK: Dermatitis atopik
(DA) merupakan penyakit kulit kronis yang sering terjadi pada masa bayi dan
anak. Defek sawar kulit menyebabkan kulit sangat peka terhadap infeksi bakteri,
jamur, dan virus. Terapi antijamur dapat memperbaiki gejala dermatitis atopik
dengan menurunkan tingkat kolonisasi Malassezia. Tujuan: Membandingkan kolonisasi
Malassezia pasien DA dan anak non-DA di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan
Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Analitik observasional pada 25
pasien DA dan 25 pasien kontrol (non-DA), yang memenuhi criteria inklusi dan
eksklusi, pengambilan spesimen kulit didapat dengan kerokan kulit lalu ditanam
pada medium kultur Chrom Agar Malassezia. Hasil: Kultur positif Malassezia sp.
pada pasien DA lebih sedikit daripada kelompok kontrol, sedangkan jumlah rerata
koloni Malassezia sp. pada pasien DA lebih banyak daripada kelompok kontrol.
Namun, secara statistik tidak bermakna, kecuali di daerah seboroik. Simpulan:
Jumlah rerata koloni Malassezia lebih banyak pada pasien DA daripada kontrol,
walaupun secara statistik perbedaan tersebut tidak bermakna kecuali di daerah
seboroik. Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, diduga akibat
pemakaian medium kultur dan metode pengambilan spesimen yang berbeda, serta adanya
pengaruh iklim tropis yang terjadi di Indonesia.
Kata kunci: Malassezia,
dermatitis atopik, kultur
Penulis: Ardsari Azminingrum,
Iskandar Zulkarnain, Dwi Murtiastutik
Kode Jurnal: jpkedokterandd170508