PENGARUH TORSIO TESTIS TERHADAP GANGGUAN PROSES SPERMATOGENESIS PADA TESTIS TIKUS (Rattus norvegicus)
Abstract: Torsio testis adalah
terputarnya atau melilitnya korda spermatika, yang menyebabkan terputusnya
aliran darah ke testis dan struktur jaringan di dalam skrotum. Penelitian yang
bertujuan untuk mengidentifikasi efek variasi durasi waktu torsio testis
terhadap proses spermatogenesis yang meliputi: jumlah sel Sertoli,
spermatogonia, spermatosit primer, dan round spermatid testis Rattus norvegicus
dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dibagi dalam 3
kelompok yaitu kontrol (KO) dan perlakuan (P1 dan P2). Kelompok perlakuan
diinduksi torsio 360o pada testis kiri selama 4 dan 8 jam. Masing-masing
kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yang diamati langsung (efek cepat) dan 5
ekor tikus yang diamati setelah 30 hari dilakukan detorsi (efek lambat). Data
dianalisa dengan metode ANOVA multifaktorial dan dilanjutkan dengan uji Tuckey
HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah sel Sertoli pada KO:
142,00 ± 12,36; P1: 48,40 ± 8,00; P2: 35,70 ± 16,28, rerata jumlah
spermatogonia KO: 975,30 ± 95,12; P1: 563,70 ± 170,44; P2: 321,10 ± 181,20,
rerata jumlah spermatosit primer KO: 1307,50 ± 87,57; P1: 881,50 ± 253,65 ; P2:
505,80 ± 163,69, rerata round spermatid KO: 1237,20 ± 148,75; P1: 766,10 ±
277,68; P2: 473,00 ± 133,25. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa
torsio testis selama 4 dan 8 jam mengakibatkan perubahan jumlah sel Sertoli,
spermatogonia, spermatosit primer, dan round spermatid (P<0,05). Diharapkan,
penanganan segera kasus torsio testis dapat menurunkan angka kerusakan
testis.
Kata kunci: torsio testis,
proses spermatogenesis, jumlah sel Sertoli
Penulis: Nora Adliyanti Basar,
Dahril Dahril, Tita Menawati, Fajriah Fajriah
Kode Jurnal: jpkedokterandd170532