HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP ASMA

Abstract: Banyak penelitian prospektif telah menunjukkan bahwa obesitas  memiliki hubungan positif antara peningkatan Body Mass Index (BMI) dengan perkembangan asma.. Obesitas menyebabkan terjadinya banyak mekanisme terhadap fisiologi paru yaitu. Peningkatan kadar adipokines seperti interleukin (IL)-6, eotaxin, tumor necrosis factor (TNF)-α, transforming growth factor(TGF)-β1, leptin, dan adiponektin. Terdapatnya polimorfisme genetik, pengaruh hormon seks tertentu, dan pola diet pada penderita obesitas dibuktikan memiliki pengaruh terhadap asma. Terhadap mekanisme paru obesitas dapat menurunkan sistem komplians paru, volume paru, dan diameter saluran nafas perifer. Berbagai adipokines memicu respon inflamasi sistemik yang berimplikasi terhadap inflamasi saluran napas, polimorfisme genetik menyebabkan beberapa gen menghubungkan antara obesitas dan asma serta sebaliknya. Pola diet pada pasien obesitas cenderung tinggi lemak dan rendah antioksidan dan kadar vitamin yang dapat menyebabkan peningkatan gejala asma, penurunan  fungsi imunitas dan fungsi paru. Sehingga, penting untuk digarisbawahi bahwa edukasi terhadap diet harus diberikan kepada pasien obesitas yang memiliki asma.
Keywords: Obesitas, Asma; Obesity, Asthma
Penulis: Novita Andayani
Kode Jurnal: jpkedokterandd170527

Artikel Terkait :