PERAN SEL GRANULOSIT PADA PENYAKIT FILARIASIS

Abstract: Infestasi cacing nematoda terutama Filariasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Filariasis adalah penyakit infeksi tropis kronis yang menyerang pembuluh dan kelenjar getah bening (limfe) terutama pada daerah ekstremitas. Peran imunitas tubuh manusia dalam mengurangi inflamasi, jumlah cacing dewasa dalam pembuluh limfe dan mikrofilaria dalam sirkulasi darah serta dalam mencegah kecacatan masih menyisakan tanda tanya besar dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Kedua jenis respon imun baik bawaan maupun adaptif diyakini berperan penting dalam mengendalikan atau bahkan memperburuk penyakit. Inflamasi lokal dan sistemik yang melibatkan berbagai jenis sel terutama granulosit telah lama diketahui terjadi pada pasien Filariasis serta menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Studi literatur ini memberikan gambaran tentang peran granulosit pada perkembangan penyakit Filariasis, baik pada fase akut maupun kronis. Review ini membahas berbagai studi yang meneliti fungsi netrofil, eosinofil dan basofil pada infeksi akibat spesies nematoda patogen bagi manusia seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori, maupun nematoda patogen pada mencit seperti Litomosoides sigmodontis dan Brugia pahangi. Selain itu, sel mast serta beberapa protein yang dihasilkan oleh granulosit yang berperan dalam pertahanan tubuh manusia terhadap infestasi cacing filaria juga akan dibahas dalam studi literatur ini, sehingga akan memberikan gambaran yang utuh terhadap peran granulosit pada penyakit Filariasis.
Kata Kunci: Filariasis, Granulosit, Respon Imun
Penulis: Muhsin
Kode Jurnal: jpkedokterandd170526

Artikel Terkait :