EEG AWAL TERAPI SEBAGAI PREDIKTOR KEKAMBUHAN PADA PENDERITA EPILEPSI YANG MENDAPAT TERAPI OBAT ANTIEPILEPSI
Abstract: Epilepsi merupakan
problem kesehatan yang penting di negara berkembang termasuk Indonesia. Faktor
prediktor yang penting dalam meningkatkan kekambuhan bangkitan, diantaranya
gambaran EEG abnormal. Nilai EEG sebagai prediktor kekambuhan pada penderita
epilepsi masih kontroversi. EEG dengan spike wave yang persisten pada epilepsi
umum primer, menunjukkan peluang yang tinggi terjadinya kekambuhan. Tujuan
penelitian ini adalah mengukur besar peran EEG di awal terapi sebagai prediktor
prognosis kekambuhan bangkitan pada pasien yang mendapat terapi obat
anti-epilepsi secara teratur. Penelitian ini merupakan penelitian historikal
kohort yang melibatkan 104 penderita epilepsi yang datang kontrol ke poliklinik
saraf RS dr.Sardjito, Jogjakarta, dari januari 2006 sampai maret 2006. Dari
analisis univariat didapatkan risiko relatif EEG RR: 1,957 (95% CI, 1,357- 2,822).
Hasil yang bermakna sebagai prediktor kekambuhan adalah gambaran EEG dengan
tingkat kemaknaan P<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran EEG
abnormal merupakan prediktor kekambuhan pada penderita epilepsi yang mendapat
terapi obat antiepilepsi, dengan risiko relatif 1,957.
Kata kunci:
elektroensefalografi, epilepsi, prognosis, kekambuhan
Penulis: Iwan Setiawan, Harsono,
Ahmad Asmedi
Kode Jurnal: jpkedokterandd180016