HUBUNGAN INTRAVESICAL PROSTATIC PROTRUSION DAN POST-VOID RESIDUAL URINE DENGAN LOWER URINARY TRACT SYMPTOMS PADA PASIEN KLINIS BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA TANPA RETENSI
Abstract: Benign prostatic
hyperplasia (BPH) merupakan salah satu tumor jinak yang sering ditemukan pada
pria usia lebih dari 50 tahun yang dapat menyebabkan lower urinary tract
symptoms (LUTS). LUTS merupakan kumpulan gejala dari bladder outlet obstruction
(BOO). Konfigurasi anatomi prostat berupa intravesical prostatic protrusion
(IPP) telah terbukti memiliki korelasi yang baik untuk menyebabkan BOO.
Peningkatan signifikan volume post-void residual urine (PVR) adalah manifestasi
klinis yang sering terdapat pada pasien dengan BPH. Saat ini di RSDM, LUTS
masih menjadi standar dalam menentukan tata laksana BPH. Berdasarkan uraian di
atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian hubungan IPP dan PVR dengan LUTS
pada pasien klinis BPH tanpa retensi. Penelitian ini merupakan studi
observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah
pasien klinis BPH tanpa retensi yang datang ke poliklinik selama periode
penelitian, kemudian dilakukan pemeriksaan transabdominal ultrasonography
(TAUS) untuk mengukur IPP dan volume PVR serta menilai skor IPSS untuk menilai
derajat LUTS. Analisis data hubungan antara IPP dan PVR terhadap LUTS dilakukan
dengan uji statistik parametrik regresi linier menggunakan software (α <
0,05). Penelitian dilakukan pada 13 pasien klinis BPH tanpa retensi, pada
analisis bivariat dari hasil uji statistik antara IPP dengan LUTS didapatkan
nilai r= 0,911 dan nilai p=0,000 (p<0,05), sedangkan PVR dengan LUTS
didapatkan nilai r= 0,922 dan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara IPP dengan LUTS serta PVR
dengan LUTS. Pada analisis multivariat, nilai koefisien regresi IPP, p=0,017
(p<0,05), sedangkan nilai koefisien regresi PVR, p=0,953 (p>0,05),
Sehingga IPP lebih baik untuk memprediksi beratnya LUTS dibandingkan dengan
PVR. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan
IPP dan PVR dengan LUTS pada pasien klinis BPH tanpa retensi.
Kata Kunci: benign prostatic
hyperplasia, intravesical
Penulis: Muhammad Eko Andaru,
Wibisono, Suharjo Wijanarko
Kode Jurnal: jpkedokterandd180017