SEBARAN INFEKSI TAURA SYNDROME, INFECTIOUS MYONECROSIS, DAN Penaeus vannamei NERVOUS VIRUS (TSV, IMNV, DAN PvNV) PADA BUDIDAYA UDANG Litopenaeus vannamei DI JAWA BARAT, JAWA TIMUR, DAN BALI
Abstract: Pada budidaya udang
introduksi Litopenaeus vannamei, virus merupakan penyakit yang memberi dampak
cukup merugikan dan menimbulkan kematian massal budidaya udang vaname. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran adanya infeksi virus di beberapa
daerah budidaya udang L. vannamei, di Jawa Timur (Bangil, Banyuwangi,
Situbondo), Bali, dan Jawa Barat (Karawang dan Mauk-Tangerang). Jenis virus yang
dianalisis adalah Taura Syndrome (TSV), Infectious Myonecrosis (IMNV), dan
Penaeus vannamei Nervous Virus (PvNV) dan merupakan golongan RNA virus.
Sebanyak 5-10 ekor sampel diambil dari setiap daerah secara individu berupa
jaringan insang, pleopod, dan daging, disimpan dalam RNAlater. Selanjutnya
sampel sampel tersebut dianalisis di Laboratorium Kesehatan Ikan, Pusat
Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta. Metode analisis
menggunakan Reverse-Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR) dengan
spesifik primer: TSV (230 bp), IMNV-1 (600 bp), PvNV-1 (339 bp). Hasil analisis
RT-PCR, menunjukkan bahwa dari 56 sampel, ternyata infeksi TSV diperoleh di
lokasi budidaya udang di Bangil, Banyuwangi, dan Bali. Sementara, kasus infeksi
IMNV terdapat di Banyuwangi dan Bali, sedangkan infeksi PvNV yang merupakan
penyakit baru tidak diperoleh dari semua sampel yang ada. Beberapa sampel
uji menunjukkan multi infeksi secara
alami antara TSV-IMNV yang berasal dari budidaya di Banyuwangi. Mengingat,
kasus infeksi PvNV belum pernah ada di Indonesia, maka perlu aturan tata cara
impor atau pengawasan tentang udang vaname agar tidak terjadi introduksi
penyakit virus baru ke Indonesia.
Keywords: Litopenaeus
vannamei; TSV; IMNV; PvNV; RT-PCR
Penulis: Isti Koesharyani,
Lila Gardenia, Tatik Mufidah
Kode Jurnal: jpperikanandd150430