INTERAKSI VARIABILITAS IKLIM DENGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA IKAN KARANG
Abstract: Keberadaan ikan
karang di perairan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kondisi
ekosistem terumbu karang, lingkungan perairan di sekitarnya dan perubahan
iklim. Variabilitas iklim ditandai oleh besar kecilnya nilai dari Southern
Oscillation Index (SOI), Dipole Mode Index (DMI) dan curah hujan. Hubungan
antara variabilitas iklim dengan ekosistem terumbu karang dan sumber daya ikan
karang di wilayah perairan Sumatera Barat dianalisis dengan menggunakan
analisis deskriptif terhadap data temporal, analisis komponen utama dan uji-t
pada nilai CPUE (catch per unit effort)
ikan karang dari tahun-tahun terjadinya La Nina dan El Nino. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa SOI mempengaruhi kondisi ekosistem terumbu karang
dan nilai CPUE ikan karang. Pemutihan karang di perairan Sumatera Barat pada
1997 terjadi ketika peristiwa El Nino Ekstrim negatif yang berasosiasi dengan
IODM (Indian Ocean Dipole Mode) positif kuat. Nilai CPUE ikan karang lebih
tinggi pada saat terjadi La Nina bila dibandingkan dengan nilai saat peristiwa
El Nino. Rata-rata CPUE ikan karang pada saat terjadi peristiwa La Nina adalah
67 kg/trip, sementara pada saat terjadi peristiwa El Nino rata-rata nilai CPUE
ikan karang adalah 32 kg/trip. Faktor DMI mempengaruhi peningkatan konsentrasi
klorofil-a perairan sebagai tanda terjadi peningkatan kesuburan perairan.
Keywords: Terumbu karang; ikan
karang; CPUE; klorofil-a; SOI; DMI
Penulis: Reny Puspasari, Puji
Rahmadi, Puput Fitri Rahmawati, Andreas S Samu-Samu
Kode Jurnal: jpperikanandd150431