PERANAN SISTEM SASI DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN BERKELANJUTAN PADA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH RAJA AMPAT
ABSTRACT: Kawasan Konservasi
Perairan Daerah di Raja Ampat Papua Barat Indonesia pengelolaan sumber daya
lautnya terdapat kearifan lokal pada masyarakat berupa Sasi. Tulisan ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sumber daya berbasis
masyarakat, faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengelolaan sumber
daya, serta unsur-unsur pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat pada
Kawasan Konservasi Perairan daerah Distrik Misool Barat, Raja Ampat. Tulisan
ini merupakan ringkasan hasil penelitian dengan menggunakan metode kombinasi
pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini
berupa data primer dan data sekunder, dan keberlanjutan dari pengelolaan sumber
daya menggunakan analisis multi-dimensional scaling (MDS). Kategori tingkat
keberlanjutan sumber daya laut yang ada di Distrik Misool Barat, termasuk dalam
kategori Good walaupun Kabupaten Raja Ampat secara umum merupakan kabupaten
baru, namun dengan adanya Sasi yang masyarakat lakukan membuat kondisi sumber daya
alam terjaga dengan baik. Dari enam kawasan konservasi di Raja Ampat salah
satunya Misool yang belum lama menjadi kawasan konservasi perairan daerah,
hasil penelitian yang dilakukan penulis, menunjukkan bahwa perlu adanya skala
prioritas yang dilakukan oleh pemangku kebijakan, pada dua dimensi yaitu
ekonomi dan teknologi. Pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang
dilakukan seperti di desa-desa Distrik Misool Barat berupa Sasi secara
turun-temurun sampai sekarang, dalam penerapannya sudah baik, karena masyarakat
yang memiliki peran penting, dari pemanfaatan, pengelolaan, pengawasan, aturan
yang dibuat, sanksi, monitoring dan evaluasi, dibantu dengan ketua adat, tokoh
agama, dan tokoh masyarakat selain itu dibantu oleh pihak LSM TNC. Penulis
dalam penelitiannya pun menemukan hal baru yaitu mengenai Sasi “Ibu-ibu” hal
ini mungkin baru pertama kali ditemukan dan didengar karena biasanya Sasi yang
pernah ada dan dikelola seperti Sasi gereja, Sasi yang dikelola oleh kampung,
Sasi adat. kampung, ketua adat dan tokoh agama) atau dapat langsung mengusir
pelaku yang melakukan pelanggaran di wilayah Sasi dan kawasan konservasi. Sasi
menjadi sangat efektif membantu dalam penerapan kawasan konservasi perairan
daerah untuk keberlanjutan sumber daya alam yang ada.
KEYWORDS: konservasi perairan;
keberlanjutan sumber daya laut; pengelolaan berbasis masyarakat; kearifan local
Penulis: Elva Lestari, Arif
Satria
Kode Jurnal: jpperikanandd150757