ANALISIS BIAYA EKSTERNALITAS LIMBAH PAKAN USAHA KERAMBA JARING APUNG DI WADUK JATILUHUR KABUPATEN PURWAKARTA
ABSTRACT: Paket teknologi
budidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) pada perkembangannya belum
dipahami secara baik oleh pembudidaya, khususnya dalam cara pemberian.
Pemberian pakan berdasarkan kekenyangan ikan menimbulkan sebagian pakan
terbuang ke perairan begitu saja. Hal ini dilakukan oleh pembudidaya KJA
dikarenakan anggapan semakin banyak pakan yang diberikan maka ikan semakin
cepat besar. Penelitian bertujuan untuk menganalisis manfaat biaya dari
keberadaan KJA yang mengakibatkan eksternalitas limbah pakan, serta merumuskan
upaya pengelolaan budidaya sistem KJA di Waduk Jatiluhur. Penelitian dilakukan
di Waduk Jatiluhur pada bulan April-Mei 2014. Penelitian dirancang sebagai
penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Jumlah keuntungan yang dihasilkan pembudidaya KJA di Waduk
Jatiluhur pada tahun 2013 adalah sebesar Rp. 151.213.134.501 dengan R/C ratio
1,245. Adapun jumlah biaya yang dikeluarkan untuk upaya pengurangan sedimen di
Waduk Jatiluhur adalah sebesar Rp. 2.259.325.248/tahun, serta jumlah yang
dikeluarkan akibat pakan ikan yang terbuang ke dasar perairan adalah sebanyak
Rp 62.689.440.000. Keberadaan KJA dengan adanya biaya eksternalitas tetap
menghasilkan manfaat sebesar Rp. 86.164.369.253 dengan nilai net benefit 1,127.
Pihak pengelola Waduk Jatiluhur perlu menerapkan Studi Evaluasi Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (SEMDAL). Selain itu perlu segera direalisasikan penertiban
KJA ilegal untuk meminimalisir jumlah KJA dan adanya lembaga khusus yang
mengurus penebaran benih ikan plankton feeder secara kontinyu dan terkonsep.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu sumber pengetahuan untuk
mengambil kebijakan dalam penertiban KJA Jatiluhur dan penerapan SEMDAL.
KEYWORDS: eksternalitas;
flushing; manfaat-biaya; keramba jaring apung
Penulis: Syifa Karunia, Ririn
Marinasari
Kode Jurnal: jpperikanandd150758