PENELITIAN ANALISIS KEBIJAKAN KETERSEDIAAN IKAN MENJELANG IDUL FITRI 1436 H
ABSTRACT: Menjelang hari raya
idul fitri kebutuhan bahan pangan mengalami peningkatan permintaan yang
berbanding lurus terhadap ketersediaan dan kenaikan harga. Salah satu komoditas
bahan pangan yang mengalami peningkatan permintaan dan kenaikan harga adalah
komoditas ikan. Tulisan ini bertujuan menganalisis ketersediaan ikan menjelang
idul fitri dengan menggunakan pendekatan metode Coppock Instability Index
(CII). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder produksi
ikan menurut triwulan dan harga ikan harian yang dikeluarkan oleh Direktorat
Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Hasil analisis menunjukkan
bahwapada kuartal III dan IV (saat ramadhan dan idul fitri) produksi ikan pada
umumnya berada di atas rata-rata (nilai rata-rata sebesar 1,53 juta ton) dimana
di kuartal III sebesar 1,57 juta ton dan kuartal IV sebesar 1,60 juta ton. Terdapat
10 provinsi yang berada pada kategori kurang tersedia yaitu provinsi Sumatera
Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Tengah,
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Papua. Kondisi sebelum puasa
sebagian indek berada pada kondisi yang stabil dan permintaan ikan meningkat
(high growth low instability). Namun berdasarkan indeks ketidakstabilan, pada
saat puasa menunjukkan ketidakstabilan yang tinggi dan permintaan ikan
meningkat (high growth and high instability). Sementara itu pada saat idul
fitri kondisinya adalah ketidakstabilan tinggi dan permintaan ikan menurun
(high instability and low growth).
KEYWORDS: ketersediaan ikan;
coppock instability index; hari raya idul fitri
Penulis: Siti Hajar Suryawati,
Subhechanis Saptanto, Budi Wardono, Rizki Aprilian Wijaya, Cornelia Mirwantini
Witomo
Kode Jurnal: jpperikanandd150756