PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN GARAM RAKYAT UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI GARAM DI INDONESIA
ABSTRACT: Kementerian Kelautan
dan Perikanan (KKP) telah memutuskan bahwa usaha garam dari hulu sampai hilir
memiliki prospek usaha yang stategis. Kebijakan ini tidak hanya memperhatikan
kuantitas dan kualitas garam, tetapi juga memperhatikan aspek sosial ekonomi
para petambak, pengumpul, pengolah, pedagang garam. Selain itu, aspek kelembagaan(Kelompok
Usaha Pegaraman dan Koperasi Garam) agar terjadi peningkatan kesejahteraan,
pemasaran, harga jual garam, serta impor garam. Tujuan penelitian ini adalah :
(1) Melakukan kajian tentang kinerja kelembagaan dan pelaku usaha garam rakyat;
(2) Melakukan kajian tentang upaya pembentukan badan penyangga garam untuk
mengawasi produksi dan distribusi garam; (3) Melakukan kajian terkait dengan
kinerja POKJA pegaraman pada masing-masing lokasi; dan (4) Melakukan kajian
tentang upaya penguatan kelembagaan koperasi sebagai lembaga penyangga garam di
lokasi. Metode analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis
kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan
responden/sampel ditentukan secara sengaja (purposive), lokasi penelitian
adalah lokasi sentra garam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan kapasitas kelembagaan garam rakyat yang menopang industri garam di
indonesia diklasifikasikan menjadi dua, yaitu terhadap kelembagaan yang ada dan
menciptakan kelembagaan yang baru Kedua jenis peningkatan kapasitas kelembagaan
garam rakyat tersebut tidak serta merta untuk dijalankan secara bersamaan.
Penguatan kelembagaan yang sudah ada merupakan prioritas disertai dengan
perbaikan kelemahan-kelemahan yang ada dan penambahan tugas dan tanggungjawab
dalam kerangka meningkatkan peran garam rakyat dalam industri pergaraman
nasional.
KEYWORDS: peningkatan
kapasitas; kelembagaan; garam rakyat; industri garam
Penulis: Mei Dwi Erlina,
Tikkyrino Kurniawan
Kode Jurnal: jpperikanandd150755