PERAN JARINGAN SOSIAL NELAYAN PADA PEMASARAN TUNA, CAKALANG DAN TONGKOL: STUDI KASUS DI KOTA KENDARI
ABSTRACT: Mayoritas nelayan di
Indonesia adalah kategori nelayan tradisional yang miskin serta menjadi
golongan terpinggirkan. Sulitnya akses finansial ke lembaga keuangan formal
menjadikan ketergantungan nelayan terhadap pinjaman dari pemberi modal informal
yang berpengaruh pada pemasaran hasil ikan tangkapan. Studi ini bertujuan untuk
mengeksplorasi karakteristik nelayan, proses dan jaringan sosial antar pelaku
usaha penangkapan dan pemasaran. Pengumpulan data primer dilaksanakan melalui
wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara. Data yang terkumpul
dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nelayan di Kota Kendari melakukan aktifitas penangkapan ikan berdasarkan pada
jenis alat tangkap yang dimiliki dengan ukuran kapal lebih kecil dari 30 GT.
Pemasaran tuna, cakalang dan tongkol dikelompokkan kedalam dua pasar utama
yaitu pasar lokal dan ekspor. Bagi nelayan yang memperoleh permodalan untuk
melaut dari bos maka pemasaran ikan hasil tangkapan dikendalikan oleh bos.
Jaringan sosial yang melibatkan berbagai aktor tidak hanya terbatas pada
jaringan kerja pada produksi saja, namun juga atas kehidupan sosial ekonomi
lainnya. Diantara berbagai jaringan sosial yang ada, yang paling prospektif
untuk dikembangkan dalam komunitas nelayan di Kendari adalah jaringan sosial
antara nelayan dengan bos dengan pola kemitraan inti plasma.
KEYWORDS: jaringan sosial;
pelaku pemasaran; nelayan; purse seine
Penulis: Riesti Triyanti,
Christina Yuliaty, Tenny Apriliani
Kode Jurnal: jpperikanandd140461