ANALISIS STAKEHOLDERS PADA PERIKANAN TANGKAP KERAPU, PRELIMINARY STUDY MENUJU IMPLEMENTASI ECOSYSTEM APPROACH FOR FISHERIES MANAGEMENT DI KEPULAUAN SPERMONDE KOTA MAKASSAR
ABSTRACT: Keberhasilan dalam
pengelolaan sumber daya perikanan sangat bergantung pada pelibatan stakeholders
untuk ikut berperan dan bekerja aktif mengarah tujuan yang akan dicapai. Sejak
tahun 2003 pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem manajemen pesisir dan
lautan terpadu (integrated coastal zone Management) pada pantai kota dengan
berorientasi revitalisasi. Dan tahun 2009, Proyek Central Point of Indonesia di
Makassar membangun berbagai fasilitas di sepanjang pantai dengan berorientasi
pada reklamasi pantai. Hal tersebut berdampak pada rusaknya lingkungan dan
menurunnya produktifitas sumberaya ikan kerapu. Selain program yang terlalu
ekspansif ke arah pesisir dan laut, pelibatan stakeholder terkait sumber daya
ikan kerapu pun tidak harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
strategi dalam pengelolaan perikanan kerapu di kawasan spermonde kota pada
pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan berdasarkan pendekatan ekosistem
(EAFM). Pendekatan dilakukan dengan menggunakan analisis stakeholder dan
analisis hubungan entitas socio-ecological system (SES). Hasil analisis
stakeholder menunjukkan kelompok stakeholder primer adalah; kelompok kelayan
kerapu, kelompok pemodal, kelompok nelayan lainnya, polisi perairan, dinas
kelautan dan perikanan propinsi sulawesi selatan dan dinas kelautan dan
perikanan kota makassar. Berdasarkan analisis stakeholder grid, kelompok
stakeholder tersebut merupakan kelompok yang harus dilibatkan secara aktif
dengan berdialog dua arah menuju implementasi EAFM di Kepulauan Spermonde Kota
Makassar. Rekomendasi pengelolaan perikanan, dari identifikasi dengan
menggunakan analisis hubungan entitas SES seperti: Perlunya upaya pendampingan.
Perlunya mengembangan diversifikasi usaha. Penegakan hukum yang kuat dan
konsisten. Perlunya kerjasama membenahi infrastruktur. Perlunya meningkatkan
komunikasi terpadu antar entitas. Perlunya meningkatkan komunikasi inter entitas
penyedia infrastruktur.
KEYWORDS: stakeholder;
hubungan entitas SES; EAFM; Spermonde Makassar
Penulis: Irwan Muliawan,
Achmad Fahrudin, Akhmad Fauzi, Mennofatria Boer
Kode Jurnal: jpperikanandd140462