Pengaruh Suhu terhadap Kelangsungan Hidup dan Percepatan Metamorfosis Larva Kepiting Bakau (Scylla olivacea)
Abstract: Kepiting bakau
merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis penting di kawasan
AsiaPasifik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu optimal bagi
pemeliharaan larva kepiting bakau (Scylla olivacea). Penelitian dilaksanakan di
Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), Kecamatan Galesong, Kabupaten
Takalar, Sulawesi Selatan. Hewan uji yang digunakan adalah larva kepiting bakau
(S. olivacea) stadia zoea-1 yang ditebar dengan kepadatan 50 ekor/l dan
dipelihara sampai memasuki stadia megalopa. Wadah penelitian menggunakan baskom
plastik hitam berkapasitas 50 l diisi air media bersalinitas 30 ppt sebanyak 35
l yang dilengkapi dengan thermostat untuk mempertahankan suhu media percobaan.
Pakan yang digunakan adalah pakan alami berupa rotifer dan nauplius Artemia dan
pakan buatan berupa flake. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan
acak lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan mempunyai 3
ulangan. Keempat perlakuan yang dicobakan adalah perbedaan suhu media
pemeliharaan larva kepiting bakau, yaitu : 26, 28, 30, dan 32oC. Hasil analisis
ragam menunjukkan bahwa suhu media pemeliharaan berpengaruh sangat nyata (p
< 0,01) pada tingkat kelangsungan hidup dan kecepatan metamorfosis larva
kepiting bakau (S. olivacea). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi dan
perubahan metamorfosis larva kepiting bakau dari zoea ke megalopa tercepat
dihasilkan pada suhu 30 oC yakni 31,60% dan 17 hari, sedangkan tingkat
kelangsungan hidup terendah dan perubahan metamorfosis terlama pada suhu 26 oC
yakni 18,89% dan 20,67 hari.
Keywords: kelangsungan hidup,
larva kepiting, metamorfosis, suhu
Penulis: Muhammad Y. Karim,
Zainuddin Zainuddin, Siti Aslamyah
Kode Jurnal: jpperikanandd150803