PEMBERIAN HORMON 17 METHYLTESTOSTERONE SECARA ORAL TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD CALON INDUK IKAN KERAPU BEBEK, Cromileptes altivelis
Abstract: Sifat C. altivelis
protogenous hermaphrodit sehingga sulit mendapatkan induk jantan. Usaha yang
dilakukan untuk mendapatkan induk jantan dengan rangsangan hormonal. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon 17α
Methiltestosteron terhadap perkembangan kelamin calon induk ikan kerapu bebek.
Penelitian dilakukan di BBPPBL Gondol menggunakan ikan kerapu bebek yang
berumur 30 bulan dengan ukuran panjang total 27,0 ± 1,1 cm dan bobot 390,2 ±
8,8 g sebanyak 88 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian hormon 17α
Methiltestosteron yang dicampur melalui pakan buatan dengan dosis 50 µg/kg
bobot tubuh dan tanpa pemberian hormon sebagai kontrol. Penelitian ini
menggunakan 2 buah bak beton (16 m3) dan 2 buah keramba jaring apung (1 m x 1 m
x 1 m). 1 kg pakan mengandung hormon (50 µg/kg bobot badan) diberikan setiap 1
minggu sekali. Penelitian dilakukan selama 5 bulan. Pakan diberikan sampai
kenyang dengan frekuensi 2 x sehari. Pengamatan berupa pertumbuhan,
kelangsungan hidup, kandungan hormon 17α Methyltestosteron dalam darah ikan,
gonadosomatik indeks dan histologi gonad. Pertumbuhan calon induk yang diberi
pakan mengandung hormon 17α Methyltestosteron lebih baik (576,5 g dan 30,8 cm
(di bak); 496,1 g dan 30,0 cm (di KJA)) dibandingkan dengan kontrol (544,4 g
dan 29,9 (di bak); 477,4 g dan 28,9 cm (di KJA)), kandungan hormon 17α
methyltestosteron dalam darah lebih tinggi pada ikan yang diberi pakan hormon
(6,91 pg/mL (bak) dan 0,85 pg/mL (KJA)) dibandingkan kontrol (1,16 pg/mL (bak)
dan 0,25 pg/mL (KJA)), nilai GSI ikan hormon (bak = 0,06 dan KJA = 0,17)
menunjukkan lebih kecil dibanding kontrol (bak= 1,93 dan KJA= 1,72) dan hasil
histologi menunjukkan perkembangan spermatosit pada ikan yang diberi pakan
hormon dan perkembangan oosit pada ikan kontrol. Perlakuan hormon tidak
berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan karena terjadi kematian
pada hampir semua perlakuan kecuali kontrol yang dipelihara di KJA.
Keywords: 17α
Methyltestosteron; oral; perkembangan gonad; kerapu bebek; C. altivelis
Penulis: Ahmad Muzaki, Ida
Komang Wardana, Sari Budi M. Sembiring, Hirmawan Tirta Yuda, Haryanti Haryanti
Kode Jurnal: jpperikanandd150735