PEMBESARAN DAN PEMIJAHAN IKAN TUNA SIRIP KUNING, Thunnus albacares DI BAK BETON DAN KERAMBA JARING APUNG
Abstract: Penelitian ini
merupakan lanjutan pemeliharaan induk dalam bak beton dan inisiasi pemeliharaan
calon induk ikan tuna sirip kuning di keramba jaring apung. Tahap awal
dilakukan penangkapan calon induk dengan mengandalkan para nelayan penangkap
ikan tuna di perairan lepas pantai Bali Utara. Kemudian dipelihara dalam bak
beton dan di Keramba Jaring Apung (KJA) dan diberi pakan berupa cumi cumi dan
ikan layang dengan jumlah dan mutu yang optimum agar dapat tumbuh dengan baik.
Dalam penelitian ini dilakukan tahapan kegiatan mulai dari penangkapan calon
induk alam, pembesaran di KJA dan bak beton serta pemijahan. Hasil penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa ikan tuna sirip kuning mencapai kematangan gonad
mulai pada ukuran 25 kg dengan umur 2-3 tahun. Ikan tuna sirip kuning yang
dipelihara dalam bak beton berasal dari stok tahun sebelumnya dan telah
mencapai ukuran diatas 30 kg dan diasumsikan sudah matang gonad, namun belum
memijah. Ternyata dengan pemacuan pemijahan melalui implantasi hormon GnRHa
terhadap induk-induk tersebut efektif memacu pemijahan. Selanjutnya pertumbuhan
calon induk ikan tuna sirip kuning dalam keramba jaring apung yang diberikan
pakan berupa cumi-cumi dan ikan layang cukup baik. Dalam masa pemeliharaan 5 bulan,
dari ukuran awal kurang dari satu kg dapat mencapai ukuran 5 kg.
Keywords: pembesaran;
pemijahan; ikan tuna sirip kuning; bak beton; keramba jaring apung
Penulis: Jhon Harianto
Hutapea, Ananto Setiadi, Gunawan
Kode Jurnal: jpperikanandd150734