Studi Pengaruh Ukuran Partikel dan Penambahan Perekat Tapioka terhadap Karakteristik Biopelet dari Kulit Coklat (Theobroma Cacao L.) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan
Abstrak: Limbah kulit kakao
dalam jumlah banyak (75% dari dari bahan baku pengolahan coklat) menjadi
permasalahan tersendiri pada industri pengolahan coklat. Pemanfaatan kulit
kakao berpotensi sebagai bahan bakar alternatif terbarukan karena
ketersediaanya yang cukup melimpah dan pemanfaatannya yang belum maksimal.
Limbah biomassa dapat digunakan sebagai bahan bakar secara langsung seperti
halnya yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu, tetapi
biomassa memiliki kelemahan jika dibakar secara langsung sifat fisiknya menjadi
buruk, seperti: kerapatan energi yang rendah dan permasalahan penanganan,
penyimpanan, serta transportasi. Untuk meningkatkan kualitas pembakaran
biomassa, saat ini telah dikembangkan bahan bakar biomassa dalam bentuk pelet
yang dikenal dengan istilah biopelet. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh ukuran partikel dan penambahan tapioka pada pembuatan
biopelet kulit kakao, menentuka perlakuan optimal serta melakukan uji
karakteristik fisik dan kimia biopelet kulit kakao. Metode yang digunakan
adalah rancangan acak kelompok dengan dua factorial yaitu ukuran partikel
biopelet dan variasi kadar perekat (tepung tapioka) untuk menentukan perlakuan
optimal. Perlakuan optimal terjadi pada ukuran partikel biopelet 20 mesh dengan
penambahan perekat tapioka 20% dengan kadar air 3.52%, kadar abu 6.99%, dan
kerapatan 0.87 g/cm3 dan nilai kalor 3090.1 kal/g. Pengembangan penelitian
dapat diarahkan kepada penambahan campuran bahan baku yang mempunyai nilai
kalor tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai kalor biopelet yang dihasilkan.
Penulis: Retno Damayanti,
Novia Lusiana, Joko Prasetyo
Kode Jurnal: jppertaniandd170450