Model Dinamis Produksi Jagung di Indonesia
Abstrak: Peningkatan jumlah
permintaan Jagung didominasi oleh permintaan dari sektor industri pakan ternak.
Hal ini disebabkan semakin berkembangnya sektor industri ini.Luas panen Jagung
pada periode 2005 – 2015 mengalami perlambatan yaitu dengan rata – rata
pertumbuhan sekitar 1,76%. Hal ini menunjukkan semakin terbatasnya lahan untuk
perluasan jagung. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Data dan informasi
Pertanian kementerian Pertanian RI menyebutkan bahwa penurunan luas panen
terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 7,72% dan tahun 2011 sebesar
6,46% dan peningkatan luas panen tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu
sebesar 10,24%. Luas panen jagung pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar
2,40% dibandingkan tahun 2011, sedangkan pada tahun 2013 luas panen jagung
menurun sebesar 3,44% dan pada tahun 2014 meningkat sebesar 0,41%. Oleh karena
itu perlu dipikirkan upaya yang dapat dilakukan untukmeningkatkan produksi
jagung. Berdasarkan uraian terebut maka fokus penelitian ini adalah merancang
sebuah model produksi jagung dengan pendekatan sistem dinamis. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem produksi Jagung di
Indonesia, serta memodelkannya dalam sebuah model dinamis. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan data sekunder dan diolah dengan menggunakan
software vensim. Berdasarkan Hasil penelitian, sub sistem dibagi kedalam 7
subsistem, yaitu sub sistem produksi, permintaan, industri hilir, kebijakan
pemerintah, modal, tenaga kerja, dan
kelembagaan petani. Hasil perumusan masalah dalam tahapan proses pengembangan
sistem, diperoleh rumusan masalah utama yaitu beupa ”bagaimana upaya yang dapat
dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi jagung Nasional?”. Hasil perumusan
masalah ini kemudian dianalisis sistem produksinya dan dimodelkan kedalam
diagram kausalitas, stock flow diagram, dan model matematika. Model yang
dihasilkan, menunjukkan bahwa tingkat produksi dipengaruhi oleh produktifitas
dan luas lahan panen; Gap kekurangan produksi merupakan permintaan dikurangi
dengan tingkat produksi; Penambahan kapasitas produksi diperoleh melalui
permintaan dikurangi dengan tingkat produksi; Penambahan Kapasistas produksi
lahan Potensial diperoleh melalui produktifitas dikali dengan luas lahan
potensial; Luas Penambahan Lahan dapat diprediksi melalui Gap kekurangan dibagi
produktifitas.
Penulis: Devi Maulida Rahmah,
Fahmi Rizal, Anas Bunyamin
Kode Jurnal: jppertaniandd170512