Kajian Kombinasi Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Daun Surian (Toona sureni (Bl.) Merr.) serta Aplikasinya pada Produk Mie Basah
Abstrak: Menurut Persatuan
Ahli Gizi Indonesia, daun papaya memiliki kandungan betakaroten yang lebih
tinggi daripada wortel yaitu sebesar 18.250 µg, sedangkan pemanfaatannya masih
sangat terbatas dikarenakan rasanya yang pahit.
Salah satu alternative yang dapat digunakan adalah dengan penambahan
daun surian (Toona sureni, Bl, Merr) yang dapat mengikat alkaloid penyebab rasa
pahit pada daun papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan
daun pepaya pada produk pangan melalui proses ekstraksi alkaloid oleh daun
surian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental
laboratorium dengan analisis deskriptif. Pada penelitian ini, dilakukan
pembuatan mie basah daun pepaya dengan kombinasi tingkat penambahan daun
surian sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75 %
dari jumlah daun papaya serta lama proses perebusan selama 5, 10 dan 15 menit.
Masing-masing produk tersebut dilakukan identifikasi kimia, fisik dan
organoleptik. Produk terbaik dianalisa kandungan betakaroten dan kandungan
proksimatnya. Hasil penilaian secara subjektif dan objektif menunjukan bahwa
mie basah daun papaya dengan tingkat penambahan daun surian sebesar 75 % dengan
lama proses perebusan 15 menit merupakan produk terbaik dengan kadar
betakaroten sebesar 6.748,4902 µg, kadar protein sebesar 9,15%, kadar lemak
sebesar 8,32%, kadar karbohidrat sebesar 34,79 %, kadar air sebesar 47,01%,
serta kadar abu sebesar 0,6 %.
Penulis: Selly Harnesa Putri,
Kesuma Sayuti, Hazli Nurdin
Kode Jurnal: jppertaniandd170513