PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KELAPA (COCOS VERIDIS)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan
model patahan komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa untuk mengetahui
perbandingan kekuatan impak dari orientasi serat continuous, discontinuous, dan
woven. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel
terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous,
discontinuous, dan woven. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data yang
dilakukan didapat hasil dari perhitungan uji lanjut dengan uji t scheffe dengan
nilai |t1-2|∶t = 13,65, |t1-3|∶t = 15,26, dan |t2-3|:t = 28,91. Nilai ini membuktikan bahwa hasil
tersebut lebih besar dari distribusi t yang sebesar 2,228.Berdasarkan dari uji
lanjut yang sudah didapat, dapat disimpulkan bahwa orientasi serat berpengaruh
terhadap kekuatan impak. Orientasi serat woven lebih berpengaruh dari
pada orientasi serat continuous dan discontinuous. Selanjutnya orientasi serat
continuous lebih berpengaruh dari pada orientasi serat discontinuous. Secara
mikroskopik pada patahan komposit, kondisi patahan menunjukkan mekanisme Fiber
Pull Out, dimana pada ujung patahan terlihat ada pemutusan serat bahkan kondisi
serat tercabut dari matriknya. Keadaan tersebut terjadi pada semua spesimen
baik itu Continuous, Discontinuous, dan Woven. Hal tersebut dikarenakan matrik
tidak mampu mengikat serat dengan baik. Pada orientasi serat Woven terlihat ada
bagian serat yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi). Delaminasi
biasanya terjadi akibat terlalu rapat penyusunan serat.
Penulis: Kadek Odi Supertama
Yasa ., I Nyoman Pasek Nugraha, S.T., M.T. ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T.,
M.T
Kode Jurnal: jptmesindd170212