ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN EFISIENSI ENERGI DI GEDUNG AB, KABUPATEN TANGERANG, BANTEN

Abstrak: Hingga saat ini energi memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan peradaban manusia. Salah satu persoalan yang muncul dalam penggunaan energi adalah masih banyaknyapenggunaan energi fosil, padahal energi ini sangat terbatas di muka bumi. Oleh karena itu perlunyaefisiensi penggunaan energi di seluruh lini bidang kehidupan, termasuk pada lembaga pemerintah,swasta maupun masyarakat. Gedung AB, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu institusipemerintah yang terus berbenah dan mengambil peran aktif dalam menyukseskan programpenghematan energy, yaitu dengan melakukan audit energy. Salah satu parameter yang digunakandalam audit energy adalah intensitas konsumsi energi (IKE). IKE adalah istilah yang digunakan untuk menentukan konsumsi energi dari sistem (bangunan). Nilai EUI dapat ditemukan dengan membagi totalenergi yang dikonsumsi oleh bangunan dalam satu tahun dengan total luas lantai kotor bangunan.Berdasarkan hasil perhitungan, IKE pada Gedung AB, Kabupaten Tangerang adalah 48,33 kWh/m2/tahun, masuk dalam kategori sangat efisien. Gedung ini masuk dalam kategori sangat efisienkarena sebagian besar ruang menggunakan ventilasi alami, banyak AC yang tidak bekerja karena rusak, banyak ruang yang kapasitas AC nya terlalu kecil, dan Intensitas pencahayaan (Lux) kurang terang (dibawah standar SNI). Kondisi lampu penerangan rata-rata dibawah standar SNI pencahayaanbuatan dan kondisi ini akan mempengaruhi kenyamanan kerja karyawan. Intensitas pencahayaanrata-rata tiap ruangan dibawah 210 Lux. Kondisi AC secara umum dibawah kinerjanya yang berpotensipemborosan energi listrik, dengan nilai RH antara 48,1% – 78,8% (dibawah standar SNI). Usia ACsudah tidak efisien karena sudah melebihi batas usia ekonomis maupun teknis (˃10 tahun), dengansuhu ruang kerja rata-rata diatas 260C. Kondisi ini diduga akan mempengaruhi kenyamanan kerja dankinerja karyawan.
Kata Kunci: Intensitas Konsumsi Energi (IKE), audit energi, beban penerangan, beban pendingin
Penulis: Agung Wahyudi Biantoro, Dadang S. Permana
Kode Jurnal: jptmesindd170242

Artikel Terkait :