ANALISIS STABILITAS LERENG PADA BENDUNGAN TITAB

Abstract: Studi ini membahas tentang kemantapan lereng  pada bagian upstream bendungan Titab di Tukad Saba, Kecamatan Seririt di Kabupaten Buleleng. Bendungan Titab ini merupakan jenis bendungan tipe urugan atau timbunan tanah yang mempunyai kapasitas tampungan air besar. Karena bendungan ini berupa urugan atau timbunan tanah maka salah satu hal paling penting dalam perencanaan bendungan Titab adalah perencanaan terkait analisis stabilitas lereng tanah pada bendungan.
Analisis ini menggunakan beberapa metode diantaranya adalah metode irisan Bishop, metode Fellinius, dan Metode Janbu. Karena menggunakan metode lebih dari satu maka diperlukan alat bantu hitung untuk membantu menyelesaikan studi ini. Alat bantu yang dimaksud adalah program komputer yaitu Geo-Studio2007 dengan fitur SLOPE/W. Syarat (Fs ? 1,2) yang digunakan sebagai landasan teori yang dikutip dari teori Prof. Hoek (1981) yang menyatakan bahwa dengan diketahuinya koefisien gempa, dapat menggunakan Fs ? 1,2 sedangkan jika koefisien gempa tidak diketahui Fs ? 1,5.
Berdasarkan hasil analisa kemantapan lereng pada bagian upstream bendungan Titab dengan menggunakan ketiga metode, didapat Fs adalah di atas 1,2 dengan pemasangan Geotekstil pada tubuh bendungan, sedangkan jika tidak menggunakan geotekstil maka Fs lereng bendungan tersebut tidak mencapai 1,2 artinya lereng tidak aman. Kondisi bendungan jika tidak menggunakan geotekstil, yang teraman adalah  setelah selesai konstruksi, ini artinya tidak ada air yang berpengaruh pada tubuh bendungan. Namun jika diisi air harus memakai geotekstil. Geotekstil disini berfungsi sebagai pengubah arah aliran rembesan pada tubuh bendungan sehingga mengurangi berat volume (?sat)  pada tubuh bendungan secara keseluruhan. Hal ini membuat lereng bagian upstream bendungan semakin aman.
Keywords: tanah, stabilitas lereng, angka keamanan, geotekstil, bendungan
Penulis: Tjokorda Gde Suwarsa Putra
Kode Jurnal: jptsipildd160284

Artikel Terkait :