PENGEMBANGAN MODEL WISATA PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI BREBES SELATAN SEBAGAI ALTERNATIF MODEL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Abstrak: Model wisata pendidikan berbasis kearifan lokal dengan pendekatansaintifik merupakan gagasan konseptual tentang alternatif model pembelajaran yangberfokus pada joy full learning untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Model inimenggunakan kearifan lokal yang ada di wilayah Brebes Selatan untuk dijadikan sumber belajar yang mempunyai nilai edukasi dan wisata. Wilayah Brebes selatanmemiliki potensi kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.Namun, kearifan lokal yang ada di Brebes Selatan belum dioptimalkan Oleh karenaitu, diperlukan kajian tentang pemanfaatan kearifan lokal yang bernilai edukasi.Model wisata pendidikan ini secara khusus ditujukkan untuk siswa sekolah dasar. Hal ini didasarkan pada perkembangan psikologi dan mental siswa SD yangcenderung mempelajari sesuatu dari benda konkrit dan dikemas dalam suasana belajar serta bermain sehingga model ini cocok sebagai alternatif model belajaryang menyenangkan.
Model wisata pendidikan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan (Research & Development) dengan design four D menurut Thiagarajan (1974). Tahapan penelitian ini terdiri dari define, design, develop, and dessiminate.
Hasil penelitian yang dituliskan dalam artikel ini hanya tahap define sajayang meliputi survei lokasi, pengumpulan informasi dan penentuan konsep modelwisata pendidikan. Hasil survei yang dijadikan lokasi untuk model wisata pendidikan yaitu kebon teh di dusun Kali Gua, pemandian air panas “CIPANAS” didesa Pakujati, perkebunan kentang di desa Dawuhan, Ranto Canyon di Salem,Waduk Patuguran di desa Winduaji, “Desa Santri” di desa Benda, home industry rebana di desa Kali Wadas, home industri telur asin di desa Karangjongkeng, “Desa Budaya Pasundan” di desa Jipang, candi Pangkuan di desa Cilibur. Konsep model wisata pendidikan disusun melalui tiga tahap. Pertama, kegiatan melakukan analsisis kurikulum yaitu kegiatan menganalisis materi pelajaran yang dapat dipelajari dari kearifan lokal. Kedua, kegiatan menyusun panduan dan fasilitas belajar yaitu merancang peta perjalanan wisata, kegiatan belajar, dan lembar kerja wisata.Ketiga, menyusun evaluasi belajar wisata.
Kata kunci: pengembangan, wisata pendidikan, kearifan lokal, pendekatan saintifik
Penulis: Winarto, M.Pd
Kode Jurnal: jppaudsddd162279

Artikel Terkait :