MOTIVASI BERPRESTASI SEORANG SLOW LEARNER (STUDI KASUS PADA ANAK DI KELAS VI SDN BANGUNREJO 2 YOGYAKARTA)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi berprestasi seorang
slow learner di kelas VI SDN Bangunrejo 2 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada
April - Mei 2016. Subjek dalam penelitian ini seorang slow learner. Pengambilan
data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik yaitu
dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 12 sumber informan.
Analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan atau verivikasi. Bentuk uji keabsahan data pada penelitian ini yaitu
keabsahan data, (1) credibility (validitas internal); (2) transferability
(validitas eksternal); (3) dependability (reliabilitas); dan (4) confirmability
(objektivitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi seorang
slow learner adalah; (1) Slow learner mengerjakan semua tugas menantang dan
menjanjikan kesuksesan dengan cara memulai mengerjakan tugas dari yang mudah
terlebih dahulu. Meskipun slow learner memiliki keterbatasan daya ingat dan
pemahaman bahasa, slow learner tetap aktif bertanya namun hanya kepada GPK dan
teman-temannya; (2) Slow learner lebih bersemangat ketika tugasnya mendapat
kritik dan saran, sehingga slow learner lebih termotivasi dalam memperbaiki
tugas. Bimbingan dari guru memotivasi slow learner menyelesaikan tugas yang
belum selesai meskipun di waktu istirahat; (3) Kemampuan slow learner dalam
mempertahankan karier yaitu dengan memperbaiki setiap kesalahan pada tugasnya
yang dipengaruhi adanya pemberian motivasi secara langsung berupa dampingan dan
arahan dalam mengerjakan tugas; (4) Usaha yang dilakukan slow learner dalam
melakukan tugas lebih menantang dan sulit ketika tugas yaitu: (i) aktif pada pembelajaran yang berkaitan dengan
keterampilan tangan; (ii) menghabiskan waktu untuk istirahat ketika tugas belum
selesai; dan (iii) bersosialisasi dengan baik terhadap teman-teman; dan (5)
Slow learner dapat bekerja di mana ia dapat mengontrol hasilnya jika dampingan
dan arahan dalam mengerjakan tugas. Ketika bosan dengan tugasnya, slow learner
memilih tidur atau pun menggambar.
Penulis: Nining Purwaningsih
Kode Jurnal: jppaudsddd162010