PENGEMBANGAN MAJALAH FISIKA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BELAJAR MANDIRI BERKARAKTER ISLAMI MELALUI MATERI FLUIDA DINAMIS UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP SPIRITUAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANTUL
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk : 1) menghasilkan Majalah Fisika Islami yang layak sebagai
alternatif sumber belajar mandiri dalam materi fluida dinamis; 2) mengetahui
pencapaian pertumbuhan sikap spiritual siswa SMA; dan 3) mengetahui pencapaian
pertumbuhan motivasi belajar siswa SMA menggunakan Majalah Fisika Islami.
Penelitian ini menggunakanmetode penelitian pengembangan (developmental
research) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Development,
Dissemination). Tahap define merupakan tahap awal pengembangan sumber belajar
Majalah Fisika Islami berdasarkan kurikulum dan kebutuhan pembelajaranmelalui
observasi di sekolah subyek. Tahap design adalah tahap perancangan Majalah
Fisika Islami dan perancangan intrumen pengumpul data. Pada tahap develope, dilakukan
validasi produk oleh validator ahli dan validator praktisi, uji coba 1, revisi
uji coba 1, uji coba 2 dan revisi uji coba 2. Uji coba produk dilakukan di SMA
Negeri 1 Bantul. Subyek penelitian merupakan siswa kelas XI MIA 5 dan XI MIA 7
SMA Negeri 1 Bantul yang masing-masing kelas terdiri dari 26 siswa. Semua data
dalam penelitian ini dijaring menggunakan angket.Jenis data yang dijaring
berupa data kualitatif berupa saran/komentar validator dan respon siswa terhadap
media, serta data kuantitatif berupa penilaian (skor) dari validator, respon
siswa, pencapaian sikap spiritual, dan pencapaian motivasi belajar siswa. Hasil
penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa produk berupa Majalah Fisika
Islami yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai alternatif sumber
belajar mandiri. Kelayakan diperoleh dari hasil validasi oleh dua validator
dengan kategori “sangat baik” untuk semua komponen. Selain hasil validasi, kelayakan
juga diperoleh dari respon siswa yang berada pada kategori “baik”. Hasil
pencapaian sikap spiritual mencapai skor 4,35 pada uji coba 1 dan 4,57 pada uji
coba 2 yang keduanya termasuk dalam kategori “sangat baik”. Pertumbuhan motivasi
belajar mencapai skor 3,85 yang termasuk dalam kategori “baik” pada uji coba
ke-1 dan 4,27 pada uji coba ke-2 dengan kategori “sangat baik”.Tahap diseminasi
dilakukan terbatas di sekolah subyek melalui guru Fisika dan pemberian produk
ke perpustakaan sekolah.
Penulis: Pudyaswara
Mustikarini
Kode Jurnal: jpfisikadd160699