PENEREPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBAGIAN PECAHAN

ABSTRACT: Terdapat permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dari sulitnya memutuskan prosedur penyelesaian pembagian pecahan secara sistematis. Peneliti menemukan salah satu alternatif melalui penerapanstrategi pembelajaranyang diasumsikan dapat mengarahkan cara pikir siswa yaitu strategipemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran; 2) Proses pembelajaran menggunakan strategi Pemecahan Masalah; dan 3) Peningkatan kemampuan  berpikir kritis siswa. Metode kuasi eksperimen bentuk Nonequivalent Control Group Designdigunakan untuk mendapatkan data yang diperoleh melalui tes uraian, observasi, dan dokumentasi di SD yang ada di wilayah UPTD Kecamatan Cineam.Temuan yang diperoleh meliputi: 1) Kemampuan awal berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen 1,9495 dan 1,9391 untuk kelas kontrol. 2) Proses pembelajaran menggunakan strategi pemecahan masalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga siswa aktif dan dapat menentukan nilai kebenaran, menentukan kesimpulan, dan berlatih menentukan  dan taktik dari suatu masalah. 3) Kemampuan akhir berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol dengan rata-rata3,9418 dan 2,7166. Kemampuan siswa kelas eksperimen tergolong sangat tinggi dan tinggi, sedangkan pada  kelas kontrol tergolong tinggi dan sedang. 4) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang tinggi dengan nilai gain 0,97. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan kelompok kemampuan siswa eksperimen. Peningkatan tersebutjuga lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas kontrol.
Kata kunci: berpikir kritis, strategi pemecahan masalah, pembagian pecahan
Penulis: Farhana, Oyon Haki Pranata, Ghullam Hamdu
Kode Jurnal: jppaudsddd161194

Artikel Terkait :