Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam di Kelompok B TK Aba II Pantoloan
Abstract: Masalah dalam
tulisan ini adalah sebagian anak kurang mampu atau kurang terampil dalam
kegiatan yang menggunakan motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Subyek penelitian ini melibatkan 15
anak, terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki yang terdaftar pada
tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan
Mc. Taggart. Data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan
pemberian tugas, selanjutnya diolah secara deskriptif. Data yang diperoleh pada
pra tindakan, kemampuan motorik halus dalam kecepatan kategori Berkembang Sangat
Baik (BSB) 6,66%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 13,33%, Mulai Berkembang (MB)
20%, dan Belum Berkembang (BB) 60%. Kemampuan motorik halus dalam kelenturan
kategori BSB 13,33%, BSH 13,33%, MB 20%, dan BB 53,33%. Kemampuan motorik halus
dalam ketepatan kategori BSB 13,33%, BSH 13,33%, MB 26,66%, dan BB 46,66%.
Setelah dilakukan kegiatan menganyam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus
anak, terbukti ada peningkatan tindakan siklus I ke tindakan siklus II.
Kemampuan motorik halus dalam kecepatan kategori BSB, BSH, MB dari 66,65%
menjadi 93,32%. Kemampuan motorik halus dalam kelenturan kategori BSB, BSH, dan
MB dari 59,99% menjadi 86,66%. Kemampuan motorik halus dalam ketepatan kategori
BSB, BSH, dan MB dari 73,33% menjadi 86,66%. Secara umum, peningkatan rata-rata
dari tindakan siklus I ke tindakan siklus II, yaitu 22,22% kategori BSB, BSH,
dan MB. Walaupun masih ada yang belum meningkat kemampuannya 11,10% atau
kategori BB.
Penulis: Muhima Talfiana
Ningrum
Kode Jurnal: jppaudsddd161045