Hubungan Kegiatan Montase dengan Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo palu
Abstract: Masalah dalam
tulisan ini adalah apakah ada hubungan kegiatan montase dengan kemampuan
motorik halus. Sehubugan dengan masalah tersebut penelitian bertujuan untuk
mengetahui penerapan kegiatan Montase, untuk mengetahui pengembangan motorik
halus pada anak, dan untuk mengetahui hubungan kegiatan montase dengan
kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Subyek penelitian ini
adalah anak didik di Kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo Palu. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kegiatan montase dengan
kemampan motorik halus anak, telihat dari peningkatan jumlah anak pada setiap
aspek yang diamati dari seiap minggunya. Kekuatan jari jemari dalam menggunting
terdapat 3 anak (15%) kategori BSB, ada 6 anak (30%) kategori BSH, ada 7 anak
(35%) kategori MB, dan 4 anak (20%) kategori BB. Selanjutnya, ketepatan
menempel, terdapat 3 anak (14%) kategori BSB, ada 7 anak (37%) kategori BSB,
ada 7 anak (34%) kategori MB, dan ada 3 anak kategori BB, dan pada aspek
kesesuaian hasil karya, terdapat 3 anak (13%) kategori BSB, ada 6 anak (32%)
kategori BSH, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan 4 anak (19%) kategori BB.
Kemudian, hasil rekapitulasi hasil penelitian terdapat 15% kategori Berkembang
Sangat Baik (BSB), ada 33% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 34%
kategori Mulai Berkembang, dan ada 18% kategori Belum Berkembang (BB). Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase ada hubungan antara kegiatan
montase dengan kemampuan motorik halus anak.
Penulis: Raodatul Munawara
Kode Jurnal: jppaudsddd161025