REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DI SMPN 5 SIDOARJO

Abstrak: Representasi matematis sangat penting dimiliki oleh siswa karena melalui representasi dapat membantu siswa dalam mengomunikasikan gagasannya sehingga mempermudah dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh  tingkat kemampuan matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi matematis siswa SMPN 5 Sidoarjo dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi pada tahap memahami masalah, memunculkan representasi teks tertulis/kata-kata dan representasi simbol. Tahap merencanakan penyelesaian, membuat representasi gambar yang sudah tepat. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, menggunakan representasi simbol, ekspresi matematika, dan kata-kata/teks tertulis. Pada tahap memeriksa kembali, memeriksa setiap langkah yang telah dikerjakan, melakukan perhitungan ulang, dan jika ada kesalahan menyadari kesalahan yang diperbuat. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang pada tahap memahami masalah, memunculkan representasi teks tertulis atau kata-kata dan representasi simbol. Tahap merencanakan penyelesaian, membuat representasi gambar namun kurang tepat. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, menggunakan representasi simbol, ekspresi matematika, dan kata-kata/teks tertulis. Pada tahap memeriksa kembali, memeriksa setiap langkah yang telah dikerjakan namun tidak melakukan perhitungan ulang dan tidak menyadari adanya kesalahan pada penyelesaiannya. Sedangkan subjek berkemampuan matematika rendah pada tahap memahami masalah, representasi yang dimunculkan hanya representasi teks tertulis atau kata-kata. Tahap merencanakan penyelesaian, membuat representasi gambar namun kurang tepat dan perencanaan yang dibuat tidak mengarah pada penyelesaian. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, menggunakan representasi ekspresi matematika dan kata-kata/teks tertulis. Pada tahap memeriksa kembali, tidak memeriksa langkah penyelesaian, tidak melakukan perhitungan ulang, dan tidak menyadari adanya kesalahan pada penyelesaiannya.
Kata Kunci: Representasi Matematis, Pemecahan Masalah Matematika, Kemampuan Matematika
Penulis: Ninik Hariati, Susanah
Kode Jurnal: jpmatematikadd160210

Artikel Terkait :