KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN SISTEM AMONG (PMBSA) DENGAN MENGGUNAKAN VALSINER’S ZONE THEORY PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VIII SMP
Abstrak: Matematika merupakan
salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik mulai dari
sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Matematika perlu diberikan untuk
membekali peserta didik agar memiliki kemampuan berfikir logis, analitis,
sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Selain itu,
kemampuan pemahaman konsep matematika merupakan landasan dalam berpikir dan
menyelesaikan suatu masalah matematika. Pada kurikulum 2013, peserta didik
dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu upaya untuk
melatih kemampuan pemahaman konsep matematika yaitu melalui penerapan Model
Pembelajaran Matematika Berdasarkan Sistem Among (PMBSA).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan Model PMBSA yang menggunakan
Valsiner’s Zone Theory pada materi perbandingan di kelas VIII-A SMPN 1 Porong
yang ditinjau dari 4 aspek, yaitu: kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran,
aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik, dan respons peserta didik
setelah mengikuti pembelajaran.
Subjek dalam penelitian ini yaitu guru dan peserta didik kelas VIII-A
SMPN 1 Porong. Sedangkan subjek untuk aktivitas peserta didik yaitu satu
kelompok yang terdiri dari empat peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Mei tahun ajaran 2015/2016. Adapun rancangan penelitian yang
digunakan adalah “One-Shot Case Study” yang dilaksanakan selama tiga pertemuan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan Model PMBSA yang menggunakan Valsiner’s Zone Theory pada materi
perbandingan di Kelas VIII-A SMPN 1 Porong adalah efektif dengan terpenuhinya
semua aspek yaitu: (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mendapakan
nilai rata-rata 3,64 atau dikategorikan sangat baik;(2) aktivitas peserta didik
selama proses pembelajaran termasuk dalam kategori berhasil. Sedangkan
aktivitas peserta didik setelah diberikan ZPD, ZPA, dan ZFM berada termasuk
dalam kategori sangat baik; (3) hasil belajar peserta didik dikatakan tuntas
secara klasikal dengan persentase sebesar 82,35% dan (4) respons peserta didik
termasuk kategori positif karena perolehan kategori positif pada angket respons
mencapai lebih dari atau sama dengan 70%.
Penulis: Novatama Adi Nugraha,
Drs. Ismail, M.Pd
Koder Jurnal: jpmatematikadd160209