PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TRIGONOMETRIDITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA
Abstrak: Proses berpikir
merupakan rangkaian aktivitas mental yang terdiri dari mengingat,
mempertimbangkan, membuat argumen, dan memutuskan untuk memecahkan masalah.
Sementara itu, adanya perbedaan self efficacy setiap siswa, memungkinkan
terjadinya perbedaan proses berpikir dalam pemecahan masalah. Tujuan penelitian
ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam pemecahan masalah
Trigonometri ditinjau dari Self Efficacy siswa. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di kelas X MIA 1 SMA Negeri
1 Bangkalan tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa
yang menjawab benar untuk 2 permasalahan trigonometri dengan self efficacy
tinggi (TA), dua siswa yang menjawab masalah nomor satu benar dan nomor dua
salah yang masing-masing memiliki self efficacy tinggi dan rendah (TB dan RB),
dua siswa yang menjawab masalah nomor satu salah dan nomor dua benar yang
masing-masing memiliki self efficacy tinggi dan rendah (TC dan RC) dan dua
siswa yang menjawab salah dua masalah dengan self efficacy tinggi dan rendah
(TD dan RD). Instrumen penelitian terdiri dari tes penggolongan self efficacy,
tes pemecahan masalah pembuktian trigonometri, dan pedoman wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dalam mengingat masalah, siswa yang memiliki self
efficacy tinggi (TA, TB, TC, dan TD) mencermati dan mengaitkan denganmateri
yang dimilikinya sedangkan siswa yang memiliki self efficacy rendah (RB, RC,
dan RD)hanya membacanya saja. Siswa yang memiliki self efficacy tinggi
mempertimbangkan dengan cara mengungkapkan informasi yang diperoleh dari kedua
masalah, sedangkan siswa yang memiliki self efficacy rendah hanya satu masalah.
Siswa yang memiliki self efficacy tinggi dapat memutuskantrigonometri yang
digunakan dan dapat menjelaskan keterkaitan antara yang diketahui dan yang
ditanyakan, siswa yang memiliki self efficacy rendahhanya dapat menjelaskan
pada satu masalah. Ketujuh siswa melakukan pemecahan masalah sesuai dengan
rencana walaupun hasil akhir yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan
mereka. Siswa yang memiliki self
efficacy tinggi yakin dengan pemecahan yang telah dilakukan dan optimis akan
keberhasilan, tetapi siswa yang memiliki self efficacy rendah tidak yakin akan
jawaban yang ditulisnya dan pesimis keberhasilan. Dalam memeriksa kembali,
siswa yang memiliki self efficacy tinggi mengingat kembali dengan cara
mencermati langkah-langkah yang telah dilakukan, jika terdapat langkah yang
salah maka siswa mencari terus penyelesaiannya. Sedangkan siswa yang memiliki
self efficacy rendah tidak memeriksa kembali apabila mengalami kesulitan, siswa
akan meninggalkan masalah tersebut dan beralih ke masalah berikutnya.
Penulis: Novi Indriani, Endah
Budi Rahaju
Kode Jurnal: jpmatematikadd160208