PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TENTANG KELILING DAN LUAS PERSEGIPANJANG DITINJAU DARI GENDER
Abstract: Proses berpikir
merupakan aktivitas kognitif yang terjadi di dalam mental seseorang dan
bersifat internal. Proses berpikir tersebut dapat dilihat dengan membuat
seseorang berpikir kemudian diminta untuk menceritakan yang terjadi dalam
pikirannya. Sementara itu, adanya perbedaan gender memungkinkan terjadinya
perbedaan proses berpikir. Aktivitas berpikir dalam penelitian ini meliputi
mengingat, mempertimbangkan, membuat argumen, dan memutuskan. Tujuan penelitian
ini untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita
pada materi keliling dan luas persegipanjang ditinjau dari gender. Subjek
penelitian ini terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan dengan
kemampuan matematika setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa
laki-laki dan siswa perempuan memahami maksud dari soal dengan mengelompokkan
mana yang diketahui dan mana yang ditanyakan; (2) menilai data yang dimiliki
cukup untuk menyelesaikan soal (3) menemukan keterkaitan antara hal yang
diketahui dan yang ditanyakan; (4) mengingat materi atau rumus yang sesuai
dengan data soal cerita yang dihadapi; (5) siswa laki-laki menuliskan yang
diketahui dengan simbol, siswa perempuan tidak; (6) menentukan hubungan antara
soal yang pernah dia kerjakan dengan soal dalam penelitian ini; (7) mengingat
cara yang sesuai dalam menyelesaikan soal; (8) mempertimbangkan langkah-langkah
yang akan dilakukan; (9) menuliskan langkah-langkah penyelesaian dengan menggunakan
simbol; (10) dalam penghitungan, siswa laki-laki membuat coretan pada kertas,
siswa perempuan membayangkan di dalam pikirannya; (11) memberikan argumen pada
langkah yang dilakukan; (12) memutuskan untuk mengikuti langkah-langkah
penyelesaian sesuai rencana; (13) mencermati kesesuaian solusi yang diperoleh
dengan yang ditanyakan; (14) menulis solusi yang dimiliki ke dalam bahasa soal;
(15) siswa laki-laki meragukan jawaban yang dia peroleh, siswa perempuan
meyakini bahwa solusi yang diperoleh benar; (16) siswa perempuan mengubah
solusi ke dalam bahasa soal agar dapat dibaca jelas.
Penulis: RETNA DWI PRAMESTI
Kode Jurnal: jpmatematikadd141209