PROFIL SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DIIRINGI MUSIK KLASIK DITINJAU DARI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA SISWA
Abstract: Matematika
dipelajari di setiap jenjang sekolah. Pada proses pembelajaran, siswa sering
mengalami masalah dalam mempelajarinya. Salah satu masalahnya yaitu siswa
mengalami kecemasan dalam memecahkan masalah matematika. Kecemasan berpengaruh
terhadap pemecahan masalah matematika. Kecemasan dapat mengganggu kinerja fungsi
kognitif. Salah satu solusi untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan mendengarkan
musik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecemasan tinggi,
kecemasan sedang, dan kecemasan rendah dalam memecahkan masalah matematika
dengan diiringi musik klasik.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah tujuh. Peneliti memberikan angket
kecemasan, menggunakan pengamatan melalui lembar observasi peneliti, dan tes
pemecahan masalah matematika 1 materi kelas VI untuk memilih subjek penelitian.
Kemudian peneliti memberikan tes pemecahan masalah matematika 2 dengan diiringi
musik klasik dan mewawancarai subjek penelitian.
Hasil penelitian ini adalah gambaran siswa SD dalam memecahkan masalah
matematika diiringi musik klasik ditinjau dari tingkat kecemasan matematika
siswa. Pemecahan masalah tahap Polya meliputi memahami masalah, membuat rencana
penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali
penyelesaian. Siswa yang memiliki tingkat kecemasan matematika tinggi dengan
penyelesaian benar pada memiliki pemecahan masalah matematika tahap Polya yang
dilaksanakan dengan baik dan benar. Siswa yang memiliki tingkat kecemasan
matematika tinggi dengan penyelesaian setengah benar memiliki pemecahan masalah
matematika pada tahap pembuatan rencana penyelesaian kurang tepat. Siswa yang
memiliki tingkat kecemasan matematika tinggi dengan penyelesaian salah memiliki
pemecahan masalah matematika tidak menggunakan tahap Polya. Siswa yang memiliki
tingkat kecemasan matematika sedang dengan penyelesaian setengah benar memiliki
pemecahan masalah matematika tahap Polya yang dilaksanakan dengan baik dan
benar. Siswa yang memiliki tingkat kecemasan matematika sedang dengan
penyelesaian salah memiliki pemecahan masalah pada tahap pembuatan rencana
penyelesaian kurang tepat. Siswa yang memiliki tingkat kecemasan matematika
rendah dengan penyelesaian setengah benar memiliki pemecahan masalah matematika
pada tahap pembuatan rencana kurang tepat. Siswa yang mempunyai tingkat
kecemasan matematika rendah dengan penyelesaian salah memiliki pemecahan
masalah matematika pada tahap pembuatan rencana kurang tepat.
Penulis: WURYANING HENDRI
HASTUTI
Kode Jurnal: jpmatematikadd160287