KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA
Abstract: Pendidikan merupakan
salah satu substansi yang berperan penting dalam menentukan kemajuan suatu
bangsa. Dalam menghadapi kemajuan zaman baik ilmu pengetahuan dan teknologi
dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis.
Sehingga sejak dini berpikir kritis
perlu dilatihkan pada siswa dalam dunia pendidikan. Salah satu cara mengajarkan kemampuan berpikir kritis adalah
memberikan siswa soal matematika higher order thinking. Di mana dalam proses
penyelesaiannya dibutuhkan kemampuan untuk mencermati secara mendalam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang
menggunakan metode tes dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan
soal higher order thinking ditinjau dari kemampuan matematika. Subjek dalam
penelitian ini sebanyak tiga siswa yang terdiri dari masing-masing satu siswa
kemampuan matematika tinggi, kemampuan matematika sedang, dan kemampuan
matematika rendah. Indikator berpikir kritis yang digunakan dalam menganalisis
meliputi kemampuan untuk membedakan informasi yang berguna atau tidak,
kemampuan untuk menganalisis masalah, kemampuan untuk menganalisis suatu
karakteristik pada soal tertentu, kemampuan untuk berpikir terbuka, kemampuan
untuk menentukan keputusan atau kesimpulan, dan kemampuan untuk mengevaluasi.
Berdasarkan hasil analisis data, subjek berkemampuan matematika tinggi
memenuhi keenam indikator yaitu kemampuan untuk membedakan informasi yang
berguna atau tidak, kemampuan untuk menganalisis masalah, kemampuan untuk
menganalisis suatu karakteristik pada soal tertentu, kemampuan untuk berpikir
terbuka, kemampuan untuk menentukan keputusan atau kesimpulan, dan kemampuan
untuk mengevaluasi. Sedangkan untuk subjek berkemampuan matematika sedang memenuhi
indikator kemampuan untuk membedakan informasi yang berguna atau tidak,
kemampuan untuk menganalisis suatu karakteristik pada soal tertentu, kemampuan
untuk menentukan keputusan atau kesimpulan, kemampuan untuk mengevaluasi. Dan
untuk subjek berkemampuan rendah hanya memenuhi dua indikator yaitu, kemampuan
untuk membedakan informasi yang berguna atau tidak, dan kemampuan untuk
menganalisis suatu karakteristik pada soal tertentu
Penulis: YESSY RATNANINGTYAS
Kode Jurnal: jpmatematikadd160286