PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN
Abstract: Setiap orang
memiliki proses pemecahan masalah yang berbeda-beda dalam kehidupan
sehari-hari, khususnya pada laki-laki dan perempuan di bidang matematika.
Pemecahan masalah merupakan hal penting yang harus dimiliki semua orang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan profil pemecahan masalah matematika subjek dalam menyelesaikan
soal cerita ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian ini yaitu
satu subjek laki-laki dan satu subjek perempuan yang memiliki kemampuan
matematika sedang dengan skor 60 ≤ skor yang diperoleh < 80 dengan selisih
maksimal 5 serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memahami masalah, membaca
masalah yang diberikan satu kali, mengungkapkan masalah dengan mengubah letak
kata pada kalimat dan tidak mengubah maksud dari masalah,
menuliskan/mengungkapkan semua hal yang diketahui dalam bentuk kalimat,
menuliskan/mengungkapkan semua hal yang ditanyakan pada bentuk kalimat, tidak
menuliskan dan menyebutkan informasi lain; dalam merencanakan penyelesaian
masalah, memisalkan hal yang tidak diketahui, Mencoba-coba untuk menemukan
jawaban yang sesuai untuk menyelesaikan masalah, menggunakan rumus yang telah
dipelajari sebelumnya; dalam melaksanakan rencana penyelesaian, subjek
mengganti hal tidak diketahui dengan bilangan yang sesuai, menggunakan cara
coba-coba untuk memperoleh bilangan yang sesuai, menuliskan jawaban secara
langsung tanpa menyertakan perhitungan; dalam memeriksa kembali penyelesaian,
subjek menghitung ulang jawaban berdasarkan masalah yang diberikan dan meneliti
bilangan-bilangannya, menuliskan/mengungkapkan tafsiran jawaban yang diperoleh
dalam sebuah kalimat secara tidak lengkap. Dalam memahami masalah, subjek
perempuan membaca masalah yang diberikan lebih dari satu kali, mengungkapkan
masalah sama seperti bentuk aslinya dan tidak
mengubah sama sekali, menuliskan hal yang diketahui pada sebagian
masalah saja, tetapi subjek mengungkapkan semua hal yang diketahui, tidak
menuliskan hal yang ditanyakan pada setiap masalah yang diberikan, tetapi
subjek mengungkapkan semua hal yang ditanyakan, tidak menuliskan informasi
apapun pada lembar kerja, tapi subjek menyebutkan sedikit informasi yang ada
pada masalah; dalam merencanakan penyelesaian masalah, subjek perempuan
mencoba-coba dan menggunakan metode eliminasi, menggunakan rumus yang telah
dipelajari sebelumnya; dalam melaksanakan rencana penyelesaian, subjek
perempuan menggunakan cara coba-coba dan menuliskan bilangan yang sesuai secara
langsung tanpa menyertakan perhitungan, menggunakan metode eliminasi untuk menyelesaikan masalah
dan menuliskan secara sistematis; dalam memeriksa kembali, subjek perempuan
memeriksa kembali jawaban dengan menghitung kembali dan mensubstitusikan
jawaban yang diperoleh pada masalah yang diberikan, menuliskan/mengungkapkan
tafsiran dari jawaban yang diperoleh secara lengkap.
Penulis: Rahma Febriyanti
Kode Jurnal: jpmatematikadd160276