PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF

Abstrak: Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika karena dengan belajar memecahkan masalah akan mengembangkan kemampuan untuk membangun ide-ide dan dapat berlatih mengintegrasikan konsep-konsep, teorema-teorema, dan keterampilan yang dipelajari. Dalam aktifitas pemecahan masalah, terdapat factor-faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah gaya kognitif. Setiap siswa memiliki gaya kognitif yang berbeda-beda. Salah satu dari gaya kognitif tersebut adalah gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah matematika siswa pada materi segiempat yang bergaya kognitif reflektif dan impulsif. Indikator pemecahan masalah yang digunakan pada penelitian ini menggunakan strategi pemecahan masalah Polya, yaitu memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa kelas VII-C di SMP Negeri 36 Surabaya yang terdiri dari satu siswa dengan gaya kognitif reflektif dan satu siswa dengan gaya kognitif impulsif yang memiliki kemampuan matematika setara dan jenis kelamin sama. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dengan memberikan The Matching Familiar Figures Test dan tes pemecahan masalah, dan metode wawancara. Data dianalisis berdasarkan aktifitas yang mungkin muncul di setiap langkah memecahkan masalah Polya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa pada tahap memahami masalah, siswa dengan gaya kognitif reflektif membaca soal lebih dari dua kali untuk dapat menyebutkan apa yang ditanya dan diketahui dari soal meskipun tidak secara lengkap, serta menceritakan kembali maksud dari soal dengan benar menggunakan kata-katanya sendiri. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif membaca soal sampai empat kali untuk dapat menyebutkan apa yang ditanya dan diketahui dari soal meskipun melakukan kesalahan beberapa kesalahan, serta menceritakan kembali maksud dari soal menggunakan bahasa yang sama dengan soal. Pada tahap membuat rencana penyelesaian, siswa dengan gaya kognitif reflektif dan impulsif menjelaskan rencana penyelesaiannya dengan runtut dan menggunakan semua informasi yang didapat dari soal. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, siswa dengan gaya kognitif reflektif menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang sistematis dan terurut sehingga mudah dipahami dan cenderung sedikit melakukan kesalahan. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang terurut namun kurang sistematis sehingga sulit dipahami maksud dari langkah penyelesaiannya dan cenderung melakukan beberapa kesalahan. Pada tahap memeriksa kembali, siswa dengan gaya kognitif reflektif memeriksa kembalinya dengan cara menghitung ulang dan menjumlahkan ataupu mengalikan hasil yang diperoleh dengan yang diketahui, sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif dengan cara menghitung ulang hasil yang diperoleh.
Kata kunci: Pemecahan Masalah, Gaya Kognitif, Gaya Kognitif Reflektif, Gaya Kognitif Impulsif
Penulis: Apriska Yoga Arumaning Puspita
Kode Jurnal: jpmatematikadd160246

Artikel Terkait :