PROFIL KOMPLEKSITAS SOAL YANG DIBUAT SISWA DALAM PENGAJUAN MASALAH
Abstrak: Kemampuan matematika
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan. Untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dapat dilakukan
melalui pengajuan masalah. Kemampuan matematika siswa yang berbeda-beda dalam
pengajuan masalah akan mempengaruhi kompleksitas soal yang dibuat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini
dilakukan pada siswa kelas VIII-C SMPN 3 Tuban tahun ajaran 2015/2016 sebanyak
27 siswa dengan memilih 6 siswa sebagai subjek wawancara. Untuk mendeskripsikan
profil kompleksitas soal yang dibuat siswa dalam pengajuan masalah maka
peneliti memberikan tes kemampuan matematika dan tes pengajuan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas soal yang dibuat siswa
berkemampuan matematika tinggi; mampu membuat 10 soal dan diselesaikan dengan
tepat, dalam membuat soal cenderung menambahkan informasi baru, ditinjau dari
semantik soal yang dibuat mampu menggunakan 1-hubungan sebanyak 9,3%,
2-hubungan sebanyak 7,4%, dan 4-hubungan sebanyak 40%, ditinjau dari sintaksis
soal yang dibuat mampu menggunakan proposisi penugasan sebanyak 6,5%, hubungan
sebanyak 11,1%, dan pengandaian sebanyak 33,3%, ditinjau dari tingkat kesulitan
soal mampu dikategorikan sebagai soal sedang sebanyak 8,2%, soal tinggi
sebanyak 40%, dan soal yang dibuat dapat dikatakan kompleks. Kompleksitas soal
yang dibuat siswa berkemampuan matematika sedang; mampu membuat 39 soal dan
diselesaikan dengan tepat, dalam membuat soal cenderung menambahkan informasi
baru atau hanya mengubah bilangan, ditinjau dari semantik soal yang dibuat
mampu menggunakan 1-hubungan sebanyak 30,2,%, 2-hubungan sebanyak 38,9%,
3-hubungan sebanyak 100% dan 4-hubungan sebanyak 60%, ditinjau dari sintaksis
soal yang dibuat mampu menggunakan proposisi penugasan sebanyak 25,8%, hubungan
sebanyak 52,8%, dan pengandaian sebanyak 66,7%, ditinjau dari tingkat kesulitan
soal mampu dikategorikan sebagai soal mudah sebanyak 100%, soal sedang sebanyak
35,7%, soal tinggi sebanyak 60%, dan soal yang dibuat dapat dikatakan kompleks.
Kompleksitas soal yang dibuat siswa berkemampuan matematika rendah; mampu
membuat 55 soal dan diselesaikan dengan tepat, dalam membuat soal cenderung
menambahkan informasi baru, ditinjau dari semantik soal yang dibuat mampu
menggunakan 1-hubungan sebanyak 60,5% dan 2-hubungan sebanyak 53,7%, ditinjau
dari sintaksis soal yang dibuat mampu menggunakan proposisi penugasan sebanyak
67,7% dan hubungan sebanyak 36,1%, ditinjau dari tingkat kesulitan soal mampu
dikategorikan sebagai soal sedang sebanyak 56,1% dan soal yang dibuat dapat
dikatakan kurang kompleks.
Penulis: Deny Agus Dwianto, Tatag
Yuli Eko Siswono
Kode Jurnal: jpmatematikadd160238