KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI LEVEL FUNGSI KOGNITIF RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING (RMT)
Abstrak: Kemampuan penalaran
sangat penting dan dibutuhkan untuk memahami konsep-konsep matematika, karena
dengan bernalar siswa akan mampu melihat bahwa matematika merupakan kajian yang
logis dan masuk akal.Siswa dengan kemampuan penalaran yang baik, maka siswa akan
mampu menyelesaikan masalah dengan cermat. Selanjutnya untuk menyelesaikan
masalah dengan cermat, siswa harus memiliki pemahaman konsep yang baik.
Pemahaman konsep yang baik dapat dimiliki jika siswa memanfaatkan peralatan
psikologis yang sudah dimiliki. Pemanfaatan peralatan psikologis matematis
merupakan salah satu hal yang ditekankan pada Rigorous Mathematical Thinking
(RMT). Untuk berpikir matematis secara rigorous diperlukan tiga level fungsi
kognitif, yaitu level satu, level dua, dan level tiga. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa SMP pada
masing-masing level fungsi kognitif RMT dalam menyelesaikan masalah geometri.
Sedangkan materi geometri yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi
lingkaran pokok bahasan panjang busur dan luas juring.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan
teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan
penalaran dan wawancara.Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa pada
setiap level fungsi kognitif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa level 3 telah mencapai keempat
indikator kemampuan penalaran matematika secara optimal. Siswa pada level 2
telah mencapai indikator memberikan penjelasan dengan model, fakta, sifat-sifat,
dan hubungan dengan baik. Namun kurang optimal dalam mencapai indikator
mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan,
menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi.
Sedangkan siswa pada level 1 telah mampu mencapai indikator memberikan
penjelasan dengan model, fakta, sifat-sifat, dan hubungan secara optimal. Namun
kurang optimal dalam mencapai indikator mengajukan dugaan, dan melakukan
manipulasi matematika bahkan belum dapat mencapai indikator menarik kesimpulan,
menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi.
Penulis: Deni Fatkhur Rokhman,
Pradnyo Wijayanti
Kode Jurnal: jpmatematikadd160239