PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT
Abstract: Penalaran merupakan
salah satu aktivitas berpikir yang penting dalam menyelesaikan masalah.
Penalaran berkaitan erat dengan tipe kepribadian, karena penalaran merupakan
aktivitas berpikir dalam pengambilan keputusan sedangkan tipe kepribadian
berkenaan dengan sikap yang dilakukan dalam pengambilan sebuah keputusan.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kemampuan penalaran siswa
SMP dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian
extrovert dan introvert. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kualitatif dengan menggunakan metode wawancara berbasis tes. Subjek pada
penelitian ini yaitu satu siswa berkepribadian extrovert dan satu siswa
berkepribadian introvert dengan kemampuan matematika setara dan berjenis
kelamin sama. Kemampuan penalaran dianalisis berdasarkan indikator yang
digunakan peneliti yaitu (1) kemampuan menghubungkan keterkaitan antar
unsur-unsur dalam permasalahan; (2) kemampuan mengajukan dugaan (conjectures);
(3) kemampuan mengembangkan dan mengevaluasi argumen atau pernyataan yang
diberikan dalam permasalahan dengan sub indikator (a) kemampuan mengembangkan
argumen, (b) kemampuan mengevaluasi argumen; (4) kemampuan menarik kesimpulan
dengan sub indikator (a) kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan, (b)
kemampuan memeriksa kesahihan suatu pernyataan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik subjek extrovert maupun subjek
introvert mampu menemukan informasi-informasi yang ada dalam permasalahan yang
diberikan. tetapi subjek extrovert belum mampu menggunakan keterkaitan
informasi-informasi tersebut. Subjek extrovert dan subjek introvert membuat
dugaan dengan alasan logis. Subjek extrovert tidak teliti dalam mengolah
informasi sehingga dugaan yang dibuat kurang tepat. Dalam mengembangkan sebuah
argumen subjek extrovert dan introvert membuat contoh terkait masalah dan
menyelidiki kesesuaiannya. Namun, perhitungan yang dilakukan oleh subjek
extrovert kurang tepat. Subjek introvert mampu mengevaluasi argumen dengan
memeriksa secara teliti pada setiap langkah penyelesaian yang tersedia. Subjek
extrovert mengevaluasi argumen dengan konsep yang tidak jelas. Dengan
menggunakan modus ponens subjek introvert tepat dalam menarik sebuah
kesimpulan. Tetapi tidak untuk subjek extrovert. Baik subjek extrovert maupun
subjek introvert belum mampu memeriksa kesahihan suatu pernyataan. subjek
extrovert kurang berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan lain dengan
subjek introvert. Kesalahan yang dilakukan subjek extrovert cenderung akibat
adanya informasi yang diabaikan.
Penulis: ZULFARIDA ARINI
Kode Jurnal: jpmatematikadd160272