PERSEPSI DAN KEYAKINAN SISWA TERHADAP PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA

Abstrak: Persepsi dan keyakinan siswa berperan penting dalam suatu pembelajaran salah satunya dalam hal penugasan. Pengajuan masalah dalam mata pelajaran matematika adalah salah satu cara penugasan yang meminta kepada siswa untuk membuat soal berdasarkan informasi yang diberikan dan kemudian menyelesaikan soal yang telah dibuatnya. Pengajuan masalah sendiri memiliki tiga tipe yakni sebelum, selama, dan setelah penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan keyakinan siswa terhadap pengajuan masalah matematika. Penelitian deskriptif ini dilakukan di SMPN 1 Surabaya kelas VIII-D dan VIII-E tahun ajaran 2015/2016. Tes pengajuan masalah diberikan kepada 47 siswa dan terpilih 5 subjek dari masing-masing kategori yang muncul. Rincian dari kategori yang muncul ialah 24 siswa (51%) memiliki persepsi dan keyakinan positif karena siswa menyukai dan yakin bahwa mereka memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan tugas pengajuan masalah (TPM), 11 siswa (23%) memiliki persepsi positif dan keyakinan netral karena siswa menyukai dan memiliki kemampuan yang sedang terhadap TPM, 6 siswa (13%) memiliki persepsi negatif dan keyakinan positif karena siswa kurang menyukai tugas tersebut, akan tetapi mereka juga tidak membenci TPM yang diberikan dan mereka yakin dapat menyelesaikan tugas walaupun sulit, 5 siswa (11%) memiliki persepsi negatif dan keyakinan netral karena siswa kurang menyukai TPM namun mereka memiliki kemampuan sedang, 1 siswa (2%) memiliki persepsi dan keyakinan negatif karena siswa tidak menyukai TPM dan juga merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Berdasarkan hasil tersebut sebagian besar siswa memiliki persepsi dan keyakinan yang positif terhadap pengajuan masalah matematika dikarenakan siswa memberikan respon yang baik, selain itu bagi mereka membuat soal adalah tugas yang menantang, walaupun di buku sudah terdapat banyak soal latihan namun ini adalah tugas yang penting karena dapat melatih mereka untuk berpikir kreatif dan mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.
Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, pengajuan masalah, situasi bebas, semi terstruktur, terstruktur
Penulis: Ni’matul Alfi, Tatag Yuli Eko Siswono
Kode Jurnal: jpmatematikadd160186

Artikel Terkait :