PERANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN KERANGKA KERJA ELPSA (EXPERIENCE, LANGUAGE, PICTORIAL, SYMBOL, AND APPLICATION) PADA MATERI PRISMA KELAS VIII SMP
Abstrak: Perancangan atau
perencanaan pembelajaran merupakan tahap awal dalam pembelajaran. Perencanaan
pembelajaran merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena merupakan
awal dari perbaikan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan suatu
perancangan pembelajaran yang nantinya dapat diimplementasikan untuk menciptakan
pembelajaran yang berkualitas. Salah satu kerangka kerja dalam merancang
pembelajaran matematika yang dapat digunakan adalah kerangka kerja ELPSA
(Experience, Language, Pictorial, Symbol, and Application). Kerangka kerja ini
memfasilitasi siswa untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri, memaknai
matematika secara komprehensif, serta dapat menerapkannya dalam memecahkan
permasalahan yang lebih kompleks.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perancangan pembelajaran
dengan kerangka kerja ELPSA pada materi prisma oleh subjek penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode
pengamatan, validasi, dan wawancara.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu subjek pertama melakukan
perancangan pembelajaran dengan kerangka kerja ELPSA pada materi prisma dengan
mengaji silabus untuk mendapatkan informasi mengenai KI, KD, alokasi waktu, dan
kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan guru; mengiidentifikasi materi
pembelajaran berdasarkan KD; menyusun indikator berdasarkan KD dengan
memperhatikan karakteristik siswa dan pembelajaran yang dirancang serta
menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan indikator tersebut; menentukan
pendekatan dan model pembelajaran yang digunakan dengan memperhatikan
karakteristik kerangka kerja ELPSA dan siswa; mengembangkan kegiatan
pembelajaran berkerangka ELPSA dengan membuat pertanyaan untuk memanggil
kembali pengetahuan siswa dan mengaitkannya dengan materi prisma, mendaftar
istilah matematika yang digunakan serta menyusun langkah-langkah pembelajaran
menggunakan istilah tersebut, menggunakan gambar untuk membantu pemahaman
siswa, menjelaskan kepada siswa tentang suatu istilah kemudian menuliskannya
dalam bentuk simbol, dan membuat soal cerita mengenai penerapan materi prisma;
menjabarkan jenis dan instrumen penilaian yang digunakan; menentukan alokasi
waktu; serta menentukan sumber belajar dan media pembelajaran yang digunakan.
Perancangan pembelajaran oleh subjek pertama menghasilkan RPP dengan kategori
valid.
Sedangkan subjek kedua merancang pembelajaran dengan mengaji silabus
untuk mengetahui alokasi waktu dan KI; mengidentifikasi materi pembelajaran
berdasarkan buku siswa dan pengetahuannya sendiri; menyusun indikator
berdasarkan kompetensi dasar namun tidak menyusun tujuan pembelajaran; menentukan
metode pembelajaran yang digunakan; mengembangkan kegiatan pembelajaran
berkerangka ELPSA dengan membuat pertanyaan untuk memanggil kembali pengetahuan
siswa dan mengaitkannya dengan materi prisma, mendaftar istilah matematika yang
digunakan serta menyusun langkah-langkah pembelajaran dengan istilah tersebut,
menggunakan gambar dan alat peraga untuk membantu pemahaman siswa, meminta
siswa menuliskan pengetahuannya dalam bentuk simbol, dan membuat soal
kontekstual mengenai penerapan materi prisma; menjabarkan jenis dan instrumen
penilaian; menentukan alokasi waktu; serta menentukan sumber belajar dan media
pembelajaran yang digunakan. Perancangan pembelajaran oleh subjek kedua
menghasilkan RPP dengan kategori valid.
Penulis: Ismiyatul Laili, Ismail
Kode Jurnal: jpmatematikadd160227