PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS FLASH DENGAN PENDEKATAN RMT (RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING) PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII SMP

Abstrak: Sebagian siswa berpikir bahwa geometri merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari sebab terdapat banyak simbol yang tidak mudah dipahami. Padahal, pengetahuan tentang simbol-simbol tersebut dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Untuk menyelesaikan masalah geometri tentu diperlukan pemahaman konsep geometri yang baik. Untuk membentuk konsep geometri yang baik dibutuhkan peran mediator. Mediator akan memediasi proses pembentukan konsep geometri yang merangsang siswa untuk memanfaatkan peralatan psikologisnya. Oleh karena itu dapat digunakan media pembelajaran dengan pendekatan RMT (Rigorous Mathematical Thinking) yang berperan sebagai mediator dalam mediasi proses pembentukan konsep geometri siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran geometri berbasis Flash dengan pendekatan RMT pada materi garis dan sudut kelas VII SMP. Proses pengembangan media pembelajaran berdasarkan model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga fase, yaitu: fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan uji coba terbatas.
Subjek dalam penelitian ini terdiri dari enam siswa kelas VII SMP yang dipilih berdasarkan kemampuan matematika siswa. Objek penelitian ini yaitu media pembelajaran geometri berbasis Flash dengan pendekatan RMT pada materi garis dan sudut kelas VII SMP.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pengembangan media pembelajaran dilakukan dalam tiga fase. Pada fase analisis kebutuhan ditentukan materi ajar, indikator, tujuan pembelajaran, dan program animasi yang digunakan. Pada fase desain, informasi pada fase analisis kebutuhan didokumentasikan dan dibuat dokumen storyboard. Pada fase pengembangan dan uji coba terbatas dibuat instrumen media pembelajaran, diproduksi media pembelajaran sesuai dengan storyboard yang telah direvisi, divalidasi, serta direvisi. Setelah proses revisi, media diujicobakan kepada subjek penelitian.
Hasil pengembangan berupa media pembelajaran yang valid ditunjukkan dengan nilai V_media dari ahli materi sebesar 3,98 dan V_media dari ahli media sebesar 4. Tidak terdapatnya validator yang memberikan penilaian “dapat digunakan dengan banyak revisi” atau “tidak dapat digunakan” menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan memenuhi kriteria praktis secara teori. Media pembelajaran yang telah dikembangkan memenuhi kriteria praktis secara praktik sebab persentase jawaban benar siswa mencapai 91,67%. Respons siswa terhadap media pembelajaran termasuk positif sebab 80% pernyataan termasuk kategori sangat kuat atau kuat sehingga media pembelajaran yang telah dikembangkan dapat dikatakan efektif.
Kata Kunci: media pembelajaran dengan pendekatan RMT (Rigorous Mathematical Thinking)
Penulis: Nabilah, Janet Trineke Manoy
Kode Jurnal: jpmatematikadd160213

Artikel Terkait :