PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENGAJUAN MASALAH UNTUK MELATIH KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP DALAM MENGAJUKAN MASALAH

Abstrak: Kreativitas sangat penting dimiliki oleh siswa karena melalui kreativitas dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapi demi kelangsungan hidup yang lebih baik di tengah kondisi lingkungan yang semakin terbatas. Namun kenyataannya, pembelajaran matematika di sekolah masih belum menekankan pada aspek kreativitas. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu inovasi dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Salah satu inovasi tersebut yaitu pendekatan pengajuan masalah. Pengajuan masalah dalam pembelajaran intinya meminta siswa untuk mengajukan soal atau masalah atau pertanyaan sendiri dan pengajuan masalah tersebut berkaitan terhadap situasi atau informasi yang diberikan oleh guru yang mengacu penyelesaian soal atau masalah. Kreativitas dan pengajuan masalahsama-sama berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam berpikir secara divergen.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan kreativitas siswa dalam mengajukan masalah. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar tes kreativitas pengajuan masalah.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observas dan teknik tes. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa.  Teknik tes digunakan untuk memperoleh data hasil tes kreativitas siswa dalam mengajukan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pengajuan masalah termasuk dalam kategori sangat baik karena mendapat nilai rata-rata 3,85 dari 4,00. 2) Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran termasuk dalam kriteria kurang aktif karena kesesuaian aktivitas siswa dengan waktu ideal berada dalam kategori kurang sesuai,. 3) Kreativitas subjek berkemampuan matematika tinggi dalam mengajukan masalah setelah diterapkan pendekatan pengajuan masalah ditunjukkan dengan subjek telah memenuhi indikator kefasihan dengan membuat lima soal beserta penyelesaiannya dengan benar, indikator fleksibilitas dengan membuat satu soal yang dapat diselesaikan dengan dua cara, dan indikator kebaruan dengan membuat soal yang belum pernah diajukan sebelumnya di kelas tersebut selama tiga kali pertemuan. Sedangkan,  kreativitas subjek berkemampuan matematika sedang dalam mengajukan masalah setelah diterapkan pendekatan pengajuan masalah ditunjukkan dengan subjek hanya memenuhi indikator kefasihan dengan membuat tiga soal beserta penyelesaiannya dengan benar dan indikator fleksibilitas dengan membuat satu soal yang dapat diselesaikan dengan dua cara. Sedangkan, kreativitas subjek berkemampuan matematika rendah dalam mengajukan masalah setelah diterapkan pendekatan pengajuan masalah ditunjukkan dengan subjek hanya memenuhi indikator fleksibilitas dengan membuat satu soal yang dapat diselesaikan dengan dua cara.
Kata kunci: Pembelajaran, Kreativitas, Pendekatan Pengajuan Masalah
Penulis: Dwi Fajar Cahyani, Susanah
Kode Jurnal: jpmatematikadd160214

Artikel Terkait :