Pengaruh Antioksidan Eksopolisakarida dari Tiga Galur Bakteri Asam Laktat pada Sel Darah Domba Terinduksi tert-Butil Hidroperoksida (t-BHP)
ABSTRAK: Eksopolisakarida
(EPS) adalah polimer yang larut dalam air, disintesis oleh tiga strain bakteri
asam laktat (BAL) yaitu EPS-S1, EPS-S2 dan EPS-S7. Beberapa EPS diproduksi oleh
BAL dan berpotensi meningkatkan kesehatan, seperti menstimulasi kekebalan tubuh
dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Antioksidan juga dapat berfungsi
mencegah pembentukan radikal bebas, pembentukan kontrol peroksida dan lipid
peroksida. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan
eksopolisakarida (EPS) yang dihasilkan dariekstrak BAL. Ekstrak diuji secara in
vitro dengan menginduksi tersier-Butilhidroperoksida (t-BHP) 6 μg.ml-1 menggunakan
sel darah merah (SDM) untuk melihat pengaruh peroksidasi lipid tingkat malondialdehid
(MDA) dan kegiatan dari beberapa enzim antioksidan yang meliputi katalase (CAT)
dan superoksida dismutase (SOD). Terdapat enam kelompok, yaitu: (I) kontrol
normal, sel darah merah (SDM) (II) kontrol negatif, sel darah merah (SDM)+t-BHP
(III) kontrol positif, sel darah merah (SDM) + t-BHP + vitamin-C, dan (IV-VI)
sel darah merah (SDM) +t-BHP+ekstrak EPS (S1, S2 dan S7). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa eksopolisakarida (EPS) dari tiga galur bakteri asam laktat
(BAL) dapat meningkatkan aktivitas enzim katalase (CAT) dan enzim superoksida
dismutase (SOD) serta dapat menurunkan kadar malondaldehid (MDA) khususnya
eksopolisakarida (EPS)-S2 yang paling berpotensi untuk meningkatkan aktifitas
enzim katalase (CAT; 77.46%) dan superoksida dismutase (SOD; 33.87%) dan
menghambat peningkatan kadar malondealdehid (MDA; 32,19%).
Kata Kunci: eksopolisakarida,
bakteri asam laktat, malondealdehid (MDA), superoksida dismutase dismutase (SOD),
katalase (CAT)
Penulis: Fifi Afiat, Nina
Ainul Widad, & Kusmiati
Kode Jurnal: jpbiologidd150838