PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI IPA-1 SMAN 22 MAKASSAR
Abstrak: Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran
matematika dengan pendekatan POE (Predict-Observe-Explain) pada siswa kelas XI
IPA-1 SMAN 22 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
(calassroom action reasearch) dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA-1
SMAN 22 Makassar semester genap tahun 2014/2015 dengan jumlah 40 siswa. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dari model
Kemmis & McTaggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan,
pelaksanan, observasi, dan refleksi. Hanya saja Model Kemmis & McTaggart
menggabungkan tahap pelaksanaan dan observasi pada setiap siklusnya. Keempat
tahapan itu dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari lima
kali pertemuan, dimana tiap siklus difokuskan pada materi tentang turunan
dengan penerapan pendekatan POE. Pengumpulan data dilakukan dengan data
kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa data tentang aktivitas
siswa, keterlaksanaan pembelajaran, dan respon siswa terhadap pembelajaran.
Sedangkan data kuantitatif berupa hasil tes hasil belajar (kemampuan pemecahan
masalah dan kemampuan berpikir kreatif) setelah melalui proses pembelajaran
pada setiap siklus. Analisis data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara
deskriptif, untuk data kualitatif menggunakan teknik persentase dengan analisis
tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan analisis data
kuantitatif dengan menggunakan metode statistik, menghitung ketuntasan
individual dan ketuntasan klasikal dengan menggunakan rubrik penilaian kemampan
pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kemampuan pemecahan masalah baik, karena siswa yang mendapat nilai antara
50–100 sebanyak 87,5% dan kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dengan
skor rata-rata > 2,4 berarti ketuntasan belajar secara klasikal juga
terpenuhi karena lebih dari 85% siswa dinyatakan tuntas, serta aktivitas siswa
meningkat sebesar 96,25% berada pada kategori sangat baik yang artinya ada
respon postif siswa terhadap pembelajaran POE.
Penulis: Vida Indriana, Nurdin
Arsyad, Usman Mulbar
Kode Jurnal: jpmatematikadd150941